Details

Tari Andhira UIN Saizu Guncang Panggung SeIBa International Festival 2026, Kisah Heroik Nyi Ageng Serang Tuai Apresiasi

PADANG, UINSAIZU.AC.ID - Delegasi seni Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kualitasnya di panggung internasional.

Tim Tari Tradisional UIN Saizu Purwokerto sukses memukau ratusan peserta dan tamu undangan saat membawakan Tari Andhira pada SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung J UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/7/2026).

Membawakan kisah perjuangan Nyi Ageng Serang, pahlawan perempuan asal Jawa yang dikenal berani melawan penjajahan Belanda, penampilan mahasiswa UIN Saizu mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari peserta festival yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian SeIBa International Festival 2026 yang mengusung tema "Sustainable from Nusantara to Global Harmony", sebuah forum kolaborasi internasional yang mempertemukan sivitas akademika dalam bidang pendidikan, seni, budaya, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semangat para penari semakin bertambah setelah mendapat dukungan langsung dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji.

Beberapa saat sebelum tampil pada nomor urut sembilan, Prof. Sunhaji menyapa dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota tim agar tampil percaya diri, sekaligus menikmati setiap momen di atas panggung.

Dia menegaskan bahwa para mahasiswa tidak hanya mewakili UIN Saizu Purwokerto, tetapi juga membawa nama baik Indonesia melalui kekayaan budaya yang ditampilkan kepada peserta internasional.

Menurut Prof. Sunhaji, keikutsertaan mahasiswa dalam ajang internasional menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, penguatan kompetensi, serta diplomasi budaya yang selama ini terus dikembangkan UIN Saizu.

"Jangan hanya berpikir tentang penampilan terbaik, tetapi jadikan kesempatan ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Tampilkan karya dengan penuh percaya diri, jaga kekompakan, dan tunjukkan identitas UIN Saizu sebagai kampus yang unggul dalam prestasi maupun pelestarian budaya," pesannya kepada tim sebelum naik ke panggung.

Dukungan tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa yang tampak semakin percaya diri saat memasuki arena pertunjukan. Dalam penampilannya, delegasi UIN Saizu membawakan Tari Andhira, sebuah tari kreasi yang terinspirasi dari kisah heroik Nyi Ageng Serang, tokoh perempuan pejuang dari Jawa yang memiliki peran besar dalam perjuangan melawan kolonial Belanda.

Melalui perpaduan gerak tari yang dinamis, ekspresi yang kuat, serta iringan musik tradisional, Tari Andhira menggambarkan keberanian, kecerdikan, dan ketangguhan Nyi Ageng Serang dalam memimpin perlawanan.

Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah penggambaran strategi perang gerilya yang dilakukan Nyi Ageng Serang dengan memanfaatkan daun lumbu sebagai media penyamaran pasukannya. Adegan tersebut divisualisasikan melalui koreografi yang enerjik dan penuh makna sehingga mampu membawa penonton merasakan semangat perjuangan sang pahlawan.

Selain itu, tarian juga menggambarkan kepiawaian Nyi Ageng Serang menunggang kuda saat memimpin pasukan melakukan serangan secara cepat dan terencana. Nilai keberanian, kepemimpinan, kecintaan terhadap tanah air, serta semangat pantang menyerah menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton.

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu menjadi media efektif untuk memperkenalkan sejarah bangsa kepada masyarakat internasional. Tim Tari Tradisional UIN Saizu merupakan mahasiswa binaan Dr. Warto melalui UKM Karawitan Setya Laras UIN Saizu Purwokerto, unit kegiatan mahasiswa yang selama ini aktif melestarikan seni dan budaya Jawa di lingkungan kampus.

Kolaborasi lintas program studi menjadi kekuatan tersendiri dalam penampilan mereka. Kelima mahasiswa yang tampil adalah Anggi Fatika Rosidi dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Giyan Aribah dari Program Studi Perbankan Syariah, Dea Pingky Puspita dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Amalia Nurul Fajriyah dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Nasya Suci Putri Febriyanti dari Program Studi Informatika.

Keberagaman latar belakang akademik tersebut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni budaya tidak hanya dimiliki mahasiswa bidang humaniora, tetapi juga menjadi ruang kreativitas bagi seluruh mahasiswa UIN Saizu Purwokerto.

Partisipasi UIN Saizu Purwokerto dalam SeIBa International Festival 2026 tidak hanya bertujuan mengikuti kompetisi maupun pertunjukan seni. Lebih dari itu, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus melalui diplomasi budaya.

Melalui pertunjukan Tari Andhira, UIN Saizu Purwokerto memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada sivitas akademika dari berbagai negara. Seni pertunjukan menjadi bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya sekaligus mempererat hubungan antarkampus.

Selain memperluas jejaring internasional, festival ini juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperkuat rasa percaya diri, serta memperkaya pengalaman dalam forum global.

SeIBa International Festival IV merupakan agenda tahunan yang mempertemukan perguruan tinggi dari Indonesia dan mancanegara dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya. Tahun 2026, festival diikuti sekitar 486 peserta dari 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari delapan negara.

Rangkaian kegiatan meliputi seminar internasional, presentasi ilmiah, pertukaran budaya, kompetisi mahasiswa, hingga pertunjukan seni tradisional yang menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya masing-masing kampus.

Bagi UIN Saizu, kehadiran dalam forum internasional seperti SeIBa International Festival menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, karakter kebangsaan, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Penampilan Tari Andhira di panggung SeIBa International Festival 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu mengharumkan nama almamater melalui karya seni yang mengangkat nilai sejarah, kepahlawanan, dan kekayaan budaya Indonesia di hadapan dunia. (AR)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *