SPAN UM-PTKIN 2024 Segera Diluncurkan, Rektor UIN Saizu Purwokerto Ajak Siswa Berprestasi Ambil Kesempatan

Purwokerto- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) segera membuka proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Nasional pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2024. Peluncuran tersebut rencananya akan dilakukan pada hari Jumat (19/1/2024).
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan menyampaikan, salah satu yang akan diluncurkan, yakni proses Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN UM-PTKIN) Tahun 2024. Pihaknya mengucapkan selamat dan sukses atas peluncuran tersebut.
Prof Ridwan berharap, pelaksanaan SPAN UM-PTKIN berjalan sukses. Dia juga mengajak para calon mahasiswa berprestasi bisa mendaftar melalui jalur prestasi akademik. "Mayuh pada kuliah nang PTKIN, kampuse maen, jurusane akeh, prodine pirang-pirang. Start to be smart," ungkapnya.
SPAN-PTKIN merupakan seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh perguruan tinggi dalam satu sistem yang terpadu. Seleksi diselenggarakan serentak oleh Panitia Pelaksana ditetapkan Menteri Agama Republik Indonesia. Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.
Untuk pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional diikuti sebanyak 59 perguruan tinggi di seluruh Indonesia baik UIN, IAIN dan STAIN. Proses seleksi harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif, dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan PTKIN.
Perguruan tinggi dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi sesuai rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah. Sekolah dimaksud antara lain MA/MAK/SMA/SMK/ Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pensantren Salafiyah/Mu'adalah Muallimin/Mua'dalah Salafiyah.
Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut, layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di perguruan tinggi melalui SPAN-PTKIN. Selain SPAN-PTKIN, seleksi secara nasional pada perguruan tinggi dalam bentuk lain dilakukan secara bersama oleh perguruan tinggi disebut UM-PTKIN.
Kedua pola seleksi tersebut diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, ras, suku, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi. (AR)



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!