Details

Seminar Nasional Transformasi Pendidikan 2025 Siap Digelar di UIN Saizu: Rumuskan Arah Baru Menuju Indonesia Emas 2045

UINSAIZU.AC.ID- Mubarok Institute didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bakal menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dalam Program Asta Cita Presiden RI.”

Agenda prestisius ini akan berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025 di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, mulai pukul 09.00–15.45 WIB. Seminar ini menjadi upaya memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional kembali mendapat porsi besar menjelang 2025.

Jelang pelaksanaan Seminar Nasional, panitia menggelar rapat koordinasi pada Senin (17/11/2025) di Ruang Pertemuan Lantai 2, Gedung Rektorat UIN Saizu Purwokerto. Rapat persiapan dipimpin Wakil Rektor II, Prof. Sulkhan Chakim, serta dihadiri Wakil Rektor III, Prof. Sunhaji, bersama para ketua tim pelaksana.

Prof. Sulkhan menegaskan, seminar ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi forum strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan nasional. “Kita ingin memastikan kegiatan ini berjalan efektif, berkualitas, dan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret,” ujarnya.

Seminar nasional ini menyoroti tantangan besar pendidikan Indonesia di tengah perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, serta persaingan global. Arah transformasi pendidikan harus memastikan: adaptasi global tanpa kehilangan identitas kebangsaan, sinergi teknologi dan nilai kemanusiaan, integrasi nilai moral dan keagamaan serta kolaborasi lintas sektor demi pembangunan pendidikan berkelanjutan.

"Pendidikan dasar dan menengah dipandang sebagai pilar penting dalam membentuk generasi emas yang siap bersaing secara global namun tetap berkarakter kuat," jelasnya.

Sementara itu, Chairman of Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok menambahkan, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama seminar nasional tersebut, antara lain:

1.    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti sebagai Keynote Speakers yang memaparkan "Pendidikan Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dalam Program Asta Cita Presiden RI"

2.    Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Sujono Djojohadikusumo yang akan menyampaikan "Arahan Utusan Khusus Presiden RI tentang Transformasi Pendidikan Indonesia dalam Program Asta Cita Pemerintah" (masih dalam konfirmasi).

3.    Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita selaku narasumber 2 yang akan menyampaikan Transformasi Pendidikan Indonesia dalam perspektif Geostrategi dan Geopolitik Nasional (masih dalam konfirmasi).

4.    Guru Besar UIN Saizu Purwokerto, Prof. M. Nur Kholis Setiawan selaku narasumber 1 yang akan menyampaikan Pendidikan dalam Perspektif Norma Keagamaan.

5.    Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi selaku narasumber 3 yang menyampaikan Pendidikan dalam Perspektif Ketenagakerjaan.

6.    Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto selaku narasumber 4 yang menyampaikan Program dan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah

7.    Moderator utama Dr (Can). Ziza Hamzah, Wakil Presiden Mubarok Institute.

Rangkaian Acara Seminar Nasional 2025

Fadhil menjelaskan, seminar akan mengusung format hybrid, menghadirkan sesi: pemaparan materi strategis, diskusi interaktif, networking session dan sertifikat nasional. Acara pembukaan mencakup sambutan Rektor UIN Saizu, sambutan Ketua Mubarok Institute, hingga pembukaan resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pada sesi inti, empat narasumber memaparkan materi terkait: Pendidikan Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045, Pendidikan dalam Perspektif Norma Keagamaan, Geostrategi dan Geopolitik Pendidikan Nasional serta Pendidikan dalam Perspektif Ketenagakerjaan.

Sesi diskusi mendalam selama satu jam akan menjadi ruang bagi peserta untuk menggali isu-isu strategis. Panitia menargetkan 500 peserta, terdiri dari: guru dan tenaga kependidikan, dosen dan mahasiswa, pejabat dinas pendidikan, peneliti dan pemerhati pendidikan, praktisi kebijakan publik dan media massa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana strategis untuk mempertemukan pemangku kebijakan dengan masyarakat pendidikan. Mubarok Institute menegaskan seminar ini dirancang untuk menghasilkan rumusan pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan tantangan masa depan.

“Transformasi pendidikan bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan nasional untuk memastikan Indonesia mampu bersaing dan tetap berdaulat menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Fadhil. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #AdiksiUINSaizu #KIP-K #Budayaindonesia #Prestasi #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *