Details

Seminar Internasional UIN SAIZU: Mahasiswa dan Profesor Tamu Berbagi Wawasan Pedagogis

Purwokerto,- Sebagai rangkaian kegiatan Visiting Professor, UIN SAIZU Purwokerto menyelenggarakan Seminar Internasional di Hall Perpustakaan pada Rabu (15/11). Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Tadris Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling Islam, dan Tasawuf serta Psikoterapi.

Ana Mae M. Monteza, PhD dari UM Digos College, menjadi salah satu narasumber yang membawakan tema “Expanding Horizon, Enriching Competence, Evoking Cultural Awareness.” Dalam presentasinya, Ana Mae membahas tujuan dari mobilitas mahasiswa, khususnya calon guru, untuk meningkatkan keterampilan pedagogis, aplikasi pengetahuan praktis, dan memperluas pandangan mengenai pengajaran.

“Mobilitas mahasiswa dapat memperkaya pemahaman dalam konteks regional, nasional, dan internasional,” kata Ana Mae.

Selain itu, Ana Mae juga menggarisbawahi relevansi mobilitas mahasiswa dalam pengembangan holistik calon guru. “Ini menjadi bagian yang signifikan dalam transisi mahasiswa ke konteks yang lebih luas dalam dunia pengajaran, yang bergerak menuju standar kompetensi global,” tambahnya.

Dalam sesi berikutnya, Prof. M. Khairi Mahyudin dari University Sains Islam Malaysia menyampaikan pengalaman kerjasamanya dengan Pertubuhan Semporna Prihatin (Sprihatin), sebuah organisasi non-pemerintah (NGO), dalam pembangunan komunitas rentan di Sabah, khususnya Semporna. Program ini melibatkan kolaborasi antara Sprihatin dan Fakultas Kepemimpinan dan Manajemen (FKP) USIM, yang melibatkan dosen dan mahasiswa untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Prof. M. Khairi Mahyudin menjelaskan program Pembangunan Komuniti Madani di Pulau Kulapuan, Semporna Sabah, yang diinisiasi sebagai tanggung jawab sosial sesuai dengan Dasar Rukun Madani. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan.

“Sebagian besar penduduk di pulau ini bekerja sebagai nelayan, dengan banyak anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal. Program komuniti seperti ini merupakan langkah pertama di pulau ini,” jelas Prof. M. Khairi Mahyudin.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme dari mahasiswa. Seminar internasional ini bukan hanya memberikan wawasan baru dalam konteks pendidikan, tetapi juga membuka peluang kerjasama internasional untuk memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *