Seminar Agama-agama sebagai Fondasi Pembangunan Desa Terpadu
Purwokerto, Kamis (30/11) – Bertempat di Hall Perpustakaan UIN SAIZU Purwokerto di selenggarakan Seminar Paradigma Studi Agama-agama sebagai Basis Pembangunan Desa Terpadu. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora ini diikuti oleh 80 mahasiswa terpilih dari Prodi Studi Agama-agama, dan menampilkan dua narasumber praktisi, Watini, S.Th.I., M.A. Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puspa Sari Babadsari Kutowinangun Kebumen, serta Dr. Soedarso, M.Hum., Dosen Studi Pembangunan ITS Surabaya.
Dalam pengantar seminar, Dekan FUAH, Dr. Hartono, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini. “Seminar ini diselenggarakan sebagai wujud upaya agar mahasiswa Prodi Studi Agama-agama dan lulusannya dapat berperan aktif dalam pembangunan desa, khususnya dalam perencanaan pembangunan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam realitas masyarakat,” ungkap Dr. Hartono.
Watini, dalam pemaparannya, membahas keterkaitan antara agama, pembangunan, ekonomi desa, dan peran strategis BUMDesa sebagai penggerak utama pembangunan. Ia menekankan perlunya pengembangan BUMDesa sebagai instrumen ekonomi yang dapat memberdayakan masyarakat desa.
Sementara itu, Dr. Soedarso memaparkan pentingnya peran berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan terpelajar seperti mahasiswa, dalam proses pembangunan desa. Kolaborasi dengan simpul-simpul yang ada di desa, khususnya melalui BUMDes, dianggapnya sebagai langkah efektif untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Seminar ini menjadi sarana bagi mahasiswa Prodi Studi Agama-agama untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran agama dalam pembangunan desa. Dengan mempertemukan praktisi dan akademisi, diharapkan para mahasiswa dapat menggali wawasan baru dan mempersiapkan diri sebagai agen perubahan yang aktif dalam pembangunan desa terpadu di masa depan.



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!