Details

Sambut Imlek 2024, Rektor UIN Saizu Purwokerto: Momentum Semai Nilai-nilai Moderasi Beragama di Kehidupan Bermasyarakat

UINSAIZU.AC.ID- Warga keturunan Tionghoa di Tanah Air, pada hari ini tengah merayakan Tahun Baru Imlek ke-2575 Kongzili. Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan menyebut, Imlek 2024 menjadi momentum tepat untuk menyemai nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Prof Ridwan, sebagai masyarakat Indonesia yang plural, penting meningkatkan penguatan moderasi beragama. Seperti halnya dalam membangun kesadaran masyarakat, memberikan literasi yang cukup kepada masyarakat tentang pentingnya kita membangun harmoni sosial.

"Realitasnya kita hidup di Indonesia yang plural. Tidak ada cara yang terbaik untuk menguatkan sendi-sendi masyarakat, kecuali dengan menghormati perbedaan. Mari kita bangun persaudaraan atas dasar kemanusiaan dan kebangsaan, sebagai nilai-nilai yang menyatukan kita," ungkapnya, Sabtu (10/2/2024).

Dijelaskan, sesungguhnya banyak sisi persamaan, daripada perbedaan. Karena itu, penting kita memperkuat hal-hal yang sama dan kemudian memperkecil ruang-ruang perbedaan. "Sembari kita mengedepankan azas penghormatan terhadap perbedaan dengan sikap toleransi," jelasnya.

Prof Ridwan menegaskan, Kampus Hijau, sebutan Kampus UIN Saizu Purwokerto telah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Moderasi. UIN Saizu Purwokerto akan selalu mempromosikan atau mengkampanyekan, serta ikut menyemai nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kampus UIN Saizu, dari sisi namanya saja Saizu diartikan sebagai takaran timbangan. Itu secara filosofi memiliki spirit UIN Saizu menjadi Kampus Moderasi. Dalam rangka menguatkan misi Kampus Moderasi, UIN Saizu telah mempunyai Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama (SAA)," terang dia.

Prodi SAA merupakan salah satu prodi di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Saizu Purwokerto. Substansi kajiannya, yakni ingin mengkaji berbagai agama dari sudut pandang masing-masing, lalu dipahami sebagai keyakinan yang berbeda-beda tetapi kemudian harus dihormati.

"Hal ini sebagai bagian dari penghormatan atas keyakinan orang lain. Jadi kehadiran Prodi SAA ini untuk meneguhkan tentang misi moderasi beragama Kampus UIN Saizu Purwokerto ini," beber akademisi yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan keislaman tersebut. (AR)

UIN Saizu Maju

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *