Details

Sabet Dua Medali Emas dalam Sehari, Dwi Puspitasari Ukir Prestasi Nasional untuk UIN Saizu Purwokerto

UINSAIZU.AC.ID- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dwi Puspitasari. Dalam satu hari penuh pada 10 Mei 2026, ia sukses mencetak sejarah pribadi dengan menyabet dua Medali Emas sekaligus dari dua kompetisi nasional berbeda yang digelar secara daring di Jakarta dan Sumatera Utara.

Capaian luar biasa tersebut menjadi bukti nyata kemampuan akademik, konsistensi belajar, serta ketangguhan mental mahasiswa Indonesia dalam menghadapi persaingan nasional di era digital. Tidak hanya unggul di satu bidang, Dwi bahkan berhasil menguasai dua cabang kompetisi berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Prestasi ganda itu diraih melalui ajang Airlangga Competition 17 kategori Pengetahuan Umum dan Indonesian Youth Science Competition (IYSC) 2026 bidang Sejarah tingkat Perguruan Tinggi. Perjalanan Dwi dimulai sejak pagi hari saat mengikuti Airlangga Competition 17 yang diselenggarakan oleh PT Lentera Pendidikan Indonesia di Jakarta.

Kompetisi nasional tersebut berlangsung secara online menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut bersaing dalam kategori Pengetahuan Umum yang menguji wawasan global, ilmu sosial, pengetahuan sains, hingga isu-isu kontemporer.

Dalam waktu yang terbatas, peserta dituntut mampu berpikir cepat, tepat, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat terhadap berbagai persoalan nasional maupun internasional. Dwi tampil percaya diri sejak awal kompetisi. Berbekal persiapan matang serta wawasan akademik yang luas, ia mampu menjawab berbagai soal dengan baik hingga akhirnya keluar sebagai peraih Medali Emas tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut semakin membanggakan karena kompetisi ini dikenal memiliki tingkat persaingan yang ketat dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah unggulan di Indonesia. Pengumuman resmi dari panitia kemudian dirilis secara bertahap pada pertengahan Mei 2026 dan menetapkan Dwi Puspitasari sebagai salah satu peserta terbaik dalam kategori Pengetahuan Umum.

Usai menuntaskan kompetisi pagi, Dwi tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Pada sore harinya, tepat pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, ia kembali mengikuti kompetisi nasional lain, yakni Indonesian Youth Science Competition (IYSC) 2026 yang berpusat di Sumatera Utara.

Ajang tersebut berada di bawah naungan Festival Olimpiade Sains Nasional dan Yayasan Berlian Hati Mulia. Berbeda dengan kompetisi sebelumnya, IYSC 2026 bidang Sejarah tingkat Perguruan Tinggi menuntut peserta memiliki pemahaman historis yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, serta analisis terhadap berbagai peristiwa sejarah nasional maupun dunia.

Meskipun harus bertanding di jam-jam krusial akhir hari, Dwi tetap mampu menjaga fokus dan stamina akademiknya. Ia tampil prima di depan layar komputer dan berhasil menyelesaikan seluruh soal dengan performa yang konsisten. Kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Dwi berhasil meraih Medali Emas dengan predikat tertinggi A+ dalam bidang Sejarah tingkat Perguruan Tinggi.

Piagam penghargaan resmi diterbitkan pada 12 Mei 2026 di Sumatera Utara. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Pembina II Yayasan Berlian Hati Mulia, Prof. Tri Martial serta Direktur FOSNAS, M. Isa Ansari.

Keberhasilan Dwi mengikuti dua kompetisi nasional berbeda dalam satu hari menjadi pencapaian yang tidak mudah dilakukan. Selain membutuhkan kecerdasan akademik, peserta juga harus memiliki manajemen waktu yang baik, konsentrasi tinggi, dan mental kompetitif yang kuat.

Mengikuti dua ujian nasional berbasis komputer dari dua penyelenggara berbeda dalam hitungan jam menjadi tantangan tersendiri. Namun Dwi mampu membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin belajar dapat menghasilkan prestasi gemilang.

Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama UIN Saizu Purwokerto di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kompetisi akademik.

Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan pendidikan yang semakin ketat, capaian Dwi Puspitasari menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi melalui platform digital.

Kompetisi online kini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di level nasional tanpa terbatas jarak dan lokasi.

Prestasi Dwi diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus memperluas wawasan, aktif mengikuti ajang kompetitif, dan berani menantang batas kemampuan diri demi meraih masa depan yang lebih gemilang. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *