Details

Resmi Lepas Delapan Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia, Wakil Rektor III UIN Saizu: Jadilah Duta Kampus dan Indonesia

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji resmi memberangkatkan delapan mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Tahun 2026 di Semporna, Sabah, Malaysia.

Prosesi pelepasan delegasi dilaksanakan di ruang tamu Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Rabu (15/7/2026). Rombongan delegasi didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar.

Dalam kesempatan itu, Prof. Sunhaji berpesan agar para mahasiswa menjadi duta kampus, sekaligus duta Indonesia selama menjalankan pengabdian masyarakat di luar negeri. Seluruh delegasi diharapkan selalu menjaga nama baik almamater serta menunjukkan akhlak, integritas, dan profesionalisme selama menjalankan pengabdian di Malaysia.

Dia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional tidak hanya membawa identitas UIN Saizu, tetapi juga menjadi representasi bangsa Indonesia. Mahasiswa diminta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati budaya lokal, memperkuat semangat kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Kalian adalah wajah UIN Saizu Purwokerto, sekaligus wajah Indonesia. Jadilah duta kampus yang mampu menunjukkan nilai-nilai Islam moderat, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap kemanusiaan," pesannya. Rombongan dijadwalkan bertolak dari Jakarta pada 17 Juli 2026 dan akan menjalankan program pengabdian selama hampir satu bulan, hingga 15 Agustus 2026.

Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam mengembangkan internasionalisasi perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global.

Keberangkatan delegasi tahun ini menambah panjang rekam jejak internasionalisasi UIN Saizu. Sejak program KKN Internasional pertama kali diselenggarakan, UIN Saizu telah memberangkatkan sedikitnya 75 mahasiswa untuk mengikuti program pengabdian di Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Program tersebut menjadi salah satu strategi kampus dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan rekognisi global, sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan adaptasi lintas budaya, dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan, komunikasi internasional, kerja sama tim, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan studi lanjut di tingkat global.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar, menjelaskan bahwa KKN Internasional bukan sekadar mengirim mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian di luar negeri. Program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman akademik, penguatan karakter, serta peningkatan kompetensi global mahasiswa.

"KKN Internasional bukan hanya agenda pengabdian masyarakat di luar negeri. Program ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya, memperluas jejaring internasional, sekaligus membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial dalam konteks global," ujarnya.

Dia menambahkan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, bahasa, serta kondisi sosial yang berbeda sehingga dibutuhkan kemampuan adaptasi yang baik. Delegasi KKN Internasional UIN Saizu Tahun 2026 berasal dari berbagai fakultas dan program studi.

Mereka merupakan mahasiswa yang telah melalui proses seleksi administrasi, wawancara, hingga penilaian kompetensi sesuai kebutuhan lokasi pengabdian. Adapun delapan mahasiswa yang akan berangkat ke Malaysia adalah:

  1. Laila Alfi Syahriyah – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam
  2. Andhika Yoga Pratama – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
  3. Magda Laras Utami – Program Studi Hukum Keluarga Islam
  4. Bunga Citra Lestari – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
  5. Muhammad Al Fadil Rosadi – Program Studi Perbankan Syariah
  6. Imam Nur Hidayat – Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
  7. Hanif Albani Sudiro – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
  8. Wulandari – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Sebelumnya, sebanyak 18 mahasiswa dari berbagai fakultas mendaftarkan diri mengikuti seleksi. Setelah melalui tahapan wawancara bersama pihak mitra di Malaysia, hanya delapan peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti program pengabdian internasional tersebut.

Mawi Khusni Albar mengungkapkan proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan indeks prestasi akademik maupun kemampuan berbahasa asing. Tim seleksi juga menilai berbagai kompetensi praktis yang dibutuhkan masyarakat di lokasi pengabdian.

"Yang dicari bukan sekadar kemampuan bahasa, tetapi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di sana. Mahasiswa harus mampu mengajar mengaji, memiliki kemampuan desain grafis, videografi, bahkan mampu mengendarai kendaraan karena lokasi pengabdian berada di pulau-pulau yang memiliki tantangan tersendiri," jelasnya.

Menurut Mawi, kesiapan mental menjadi aspek penting karena mahasiswa akan tinggal di kawasan terpencil dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki karakteristik berbeda dengan Indonesia. Selama sekitar 28 hingga 30 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah memberikan layanan pendidikan dasar bagi anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan formal akibat persoalan administrasi kewarganegaraan. Mahasiswa akan mendampingi anak-anak belajar membaca, menulis, berhitung, serta memberikan pendidikan keagamaan dan penguatan karakter.

Selain bidang pendidikan, delegasi juga akan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi komunitas.

Pelaksanaan KKN Internasional 2026 mengusung tema KKN Berdampak dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Konsep tersebut menekankan bahwa mahasiswa harus mampu melihat potensi masyarakat sebagai aset pembangunan, bukan sekadar memandang persoalan yang ada.

"Mahasiswa harus mampu menemukan kekuatan masyarakat. Misalnya, sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah dapat diubah menjadi sumber manfaat melalui bank sampah atau sedekah sampah berbasis masjid sehingga programnya berkelanjutan," kata Mawi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang tetap berjalan meskipun mahasiswa telah kembali ke Indonesia. Salah seorang peserta, Hanif Albani Sudiro, mengaku bangga memperoleh kesempatan mewakili UIN Saizu dalam program KKN Internasional.

Mahasiswa Fakultas Syariah itu mengatakan pengalaman hidup bersama masyarakat lintas negara akan menjadi bekal penting dalam pengembangan kompetensi dirinya. "Saya ingin belajar menghadapi masyarakat dengan kultur yang berbeda. Fokus kami nanti mengajar anak-anak di bawah usia 12 tahun yang belum pernah memperoleh pendidikan formal, mulai membaca, menulis hingga berhitung dasar," ujarnya.

Menurut Hanif, kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang tidak dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kuliah. Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, seluruh peserta telah mengikuti serangkaian pembekalan intensif yang diselenggarakan oleh LPPM bersama dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Pembekalan meliputi simulasi mengajar, komunikasi lintas budaya, penguatan karakter, penyusunan program pemberdayaan masyarakat, hingga pengenalan kondisi sosial masyarakat Semporna.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan pengabdian secara profesional sekaligus membawa citra positif UIN Saizu di tingkat internasional. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *