Rektor UIN Saizu Tekankan Transformasi Diri dan Kedewasaan Mahasiswa di PBAK 2026

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menekankan pentingnya transformasi diri bagi mahasiswa baru dalam memasuki dunia perguruan tinggi.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Saizu Tahun 2026 di area depan Gedung Rektorat, Selasa (18/8/2026).
PBAK UIN Saizu 2026 berlangsung selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Mengakselerasi Generasi Saizu Melalui Modernisasi dalam Keberagaman Nusantara.”
Ribuan mahasiswa baru atau GenZu 2026 hadir mengenakan jas almamater dan berbagai atribut PBAK untuk mengikuti momentum yang menjadi gerbang awal kehidupan mereka sebagai mahasiswa.
Pembukaan PBAK dihadiri jajaran pimpinan UIN Saizu, di antaranya Rektor Prof. Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, Kepala Biro AUPK Nugraha Stiawan, serta seluruh Dekan Fakultas di lingkungan UIN Saizu.
Dalam sambutannya, Prof. Ridwan terlebih dahulu memperkenalkan jajaran pimpinan universitas kepada GenZu 2026. Ia kemudian mengajak mahasiswa baru memaknai PBAK bukan sekadar kegiatan penyambutan, melainkan momentum penting untuk memasuki tahap baru dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.
“Selamat datang di UIN Saizu. GenZu 2026 yang saya banggakan, hari ini Anda akan menapaki satu tahap baru dalam sejarah perkembangan Anda yang insyaallah akan berproses, melakukan studi di UIN Saizu dan gerbang pertama adalah PBAK ini,” ujar Prof. Ridwan.
Menurutnya, mahasiswa baru sedang berada dalam fase transformasi dari siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan status pendidikan, tetapi juga membutuhkan perubahan cara berpikir, cara bersikap, serta kemampuan mengambil keputusan secara lebih dewasa.

“Ini menjadi momen yang sangat penting, sekaligus juga bersejarah dalam perjalanan hidup Anda untuk melalui proses baru, berproses untuk melakukan transformasi diri, transformasi positioning Anda dari siswa menjadi mahasiswa,” jelasnya.
Prof. Ridwan menekankan bahwa proses transformasi diri mahasiswa perlu dibangun melalui pengembangan intelektualitas, spiritualitas, serta penguatan mental dan emosional. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam proses pengembangan dan pendewasaan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UIN Saizu.
Dia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Cara berpikir, cara bersikap Anda secara dewasa itu menjadi ciri pembeda antara siswa dengan mahasiswa,” tegasnya.
Menurut Prof. Ridwan, kemampuan mengenali potensi diri dan mengembangkannya menjadi kekuatan penting untuk menatap masa depan. Karena itu, mahasiswa baru perlu mulai merancang arah perjalanan studinya sejak awal.
Pihaknya mengajak GenZu 2026 menyusun rencana aksi dan rencana studi dengan baik. Perencanaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan selama menjalani proses pendidikan di UIN Saizu.
Lebih lanjut, Prof. Ridwan menjelaskan bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki karakter yang berbeda dengan pengalaman mahasiswa ketika masih menjadi siswa di sekolah. Mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dan kedewasaan dalam menjalani proses pendidikan.
Karena itu, PBAK menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia akademik, lingkungan perguruan tinggi, serta berbagai aspek kehidupan kampus yang akan mereka jalani selama menempuh studi.
“Karena itu momentum PBAK menjadi pintu gerbang untuk mengenali tentang dunia akademik, dunia perguruan tinggi yang berbeda dengan entitas ketika Anda belajar ketika menjadi siswa di sekolahan,” ungkapnya.

Prof. Ridwan meminta seluruh mahasiswa baru mengikuti setiap rangkaian PBAK dengan baik. Menurutnya, kesungguhan mengikuti proses tersebut akan membantu GenZu 2026 mengenal UIN Saizu secara lebih utuh. “Karena itu ikuti proses PBAK dengan baik dan insyaallah dengan proses PBAK yang baik Anda bisa mengenal kampus seutuhnya,” pesannya.
Menutup sambutannya, Prof. Ridwan mengajak seluruh GenZu 2026 menyambut kehidupan baru di perguruan tinggi dengan penuh semangat. Ia berharap proses transformasi yang dimulai melalui PBAK dapat menjadi langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Mari kita tatap kehidupan baru ini dengan penuh semangat, proses transformasi diri menjadi pintu gerbang Anda untuk mengenali lebih dekat dunia kampus, dunia akademik, dunia yang insyaallah akan mengantarkan gerbang kesuksesan di masa yang akan datang,” tuturnya.
Dia pun menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UIN Saizu dan mengajak mereka menjalani proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. “Selamat datang GenZu 2026 di UIN Saizu, selamat berproses, dan selamat mengukir masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Sebagai penanda resmi dimulainya PBAK UIN Saizu 2026, Prof. Ridwan kemudian melakukan pemukulan gong di hadapan ribuan mahasiswa baru. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan GenZu 2026 dalam mengenal dan menjalani kehidupan akademik di UIN Saizu.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa baru difabel. Prosesi ini sekaligus menjadi simbol semangat inklusivitas PBAK UIN Saizu, bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berproses dalam lingkungan kampus.
Dengan dibukanya PBAK 2026, GenZu 2026 resmi memulai perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar UIN Saizu untuk mengembangkan intelektualitas, spiritualitas, karakter, serta potensi diri dalam mewujudkan masa depan yang gemilang. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #Mahasiswabaru #PBAKUINSAIZU2026 #GenZu2026 #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!