Rektor UIN Saizu Tekankan Profesionalisme dan Integritas kepada PPPK Tahap II Optimalisasi dan PPPK Paruh Waktu

UINSAIZU.AC.ID- Suasana Ruang Pertemuan Lantai 5 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terasa lebih khidmat dari biasanya. Delapan pegawai mengikuti Pelantikan PPPK Tahap II Optimalisasi dan penyerahan SK PPPK Paruh Waktu.
Dalam momen tersebut, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan memberikan sambutan penting yang menegaskan kembali makna amanah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Dalam awal sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan status menjadi PPPK bukan sekadar formalitas administratif. Menurutnya, status tersebut membawa konsekuensi moral dan profesional yang harus dipahami oleh setiap pegawai.
“Status ini adalah amanah. Kalian bekerja dan digaji oleh negara. Karena itu, mari memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan publik yang kita layani,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Prof. Ridwan mengingatkan bahwa syukur atas peningkatan status kepegawaian seharusnya diwujudkan melalui kinerja yang sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Dengan gaya khas yang menghubungkan nilai keagamaan dan etos kerja modern, Rektor menyampaikan kisah Nabi Musa sebagai figur pekerja profesional.
Ia menyinggung cerita dua putri Nabi Syuaib yang mengusulkan kepada ayahnya agar Nabi Musa diangkat sebagai pekerja karena dua alasan: kekuatan (kompetensi) dan amanah (integritas).
“Profil pekerja ideal itu dua: kompeten dan dapat dipercaya. Itulah standar profesionalisme yang harus dimiliki seluruh ASN,” tuturnya.
Dalam konteks kampus, profesionalisme bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga keteguhan moral, etika akademik, dan kejujuran intelektual.
Rektor juga menekankan bahwa UIN Saizu adalah sebuah keluarga besar. Karena itu, setiap tindakan individu akan berdampak pada nama baik institusi.
“Satu kesalahan seorang pegawai, dosen, atau mahasiswa bisa merusak citra lembaga. Karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga marwah kampus,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa pegawai yang baru dilantik akan menjadi bagian dari wajah kampus dalam berbagai layanan. Maka, integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai ASN.
Menutup sambutan, Rektor mengajak seluruh PPPK yang baru dilantik untuk menjaga disiplin, mematuhi regulasi, dan memperkuat koordinasi antarsektor. Seluruh itu, menurutnya, harus dijalankan dengan tiga prinsip kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
“Tiga prinsip itu harus menjadi napas dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Dengan begitu, kita bisa memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga,” ujarnya.
Pelantikan PPPK Tahap II Optimalisasi dan penyerahan SK PPPK paruh waktu ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam memperkuat kualitas dan profesionalitas sumber daya manusia.
Dengan tambahan tenaga baru, UIN Saizu menargetkan peningkatan kualitas layanan akademik dan administrasi. Acara ditutup dengan penandatanganan dokumen kepegawaian serta ucapan selamat dari pimpinan universitas kepada seluruh pegawai yang dilantik. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!