Details

Rektor UIN Saizu: Pengabdian Akademik Merupakan Arena Perjuangan di Era Kontemporer

UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan menegaskan bahwa pengabdian akademik merupakan bentuk perjuangan di era kontemporer. Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Upacara Bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026.

Upacara Harkitnas 2026 berlangsung di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Rabu (20/5/2026). Upacara di lingkungan UIN Saizu berlangsung khidmat dan diikuti seluruh tenaga pendidik serta tenaga kependidikan dengan mengenakan pakaian KORPRI. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ridwan bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Prof. Ridwan menyampaikan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan transformasi digital dan perubahan zaman yang semakin cepat. Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk meneguhkan peran seluruh elemen bangsa menjaga masa depan generasi muda.

Usai membacakan sambutan Menteri, Prof. Ridwan menekankan bahwa konsep perjuangan saat ini tidak lagi identik dengan mempertahankan wilayah secara fisik. Menurutnya, perjuangan modern diwujudkan melalui pengabdian di bidang akademik, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Saya kira tadi sudah kita simak bahwa perjuangan adalah proses yang tidak pernah berakhir. Medan perjuangan kita saat ini bukan lagi mempertahankan teritorial, tetapi bagaimana para akademisi dan masyarakat akademik menjalankan peran dan pengabdiannya di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Dia menambahkan, profesi sebagai bagian dari civitas akademika memiliki nilai pengabdian besar bagi bangsa dan negara. Paradigma perjuangan dan jihad di masa kini, kata dia, telah berubah mengikuti konteks perkembangan zaman.

“Medan jihad kita hari ini bukan memanggil senjata di medan perang, tetapi bagaimana hidup kita diabdikan untuk memperjuangkan agama Allah, memperjuangkan kemanusiaan, dan kehidupan anak bangsa,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Prof. Ridwan juga menyoroti pentingnya berbagai tugas administratif dan akademik di perguruan tinggi sebagai bagian dari perjuangan intelektual. Ia menyebut penyusunan borang akreditasi hingga instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai bentuk nyata pengabdian terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.

“Menyusun borang akreditasi adalah bagian dari jihad. Membuat berbagai instrumen SPMI juga merupakan bagian dari jihad fi sabilillah yang kita pilih sebagai ruang perjuangan kita di era kontemporer hari ini,” ungkapnya.

Menurut Prof. Ridwan, seluruh pegawai dan civitas akademika perlu terus menanamkan semangat pengabdian sebagai aparatur negara sekaligus insan akademik. Dia menilai pengabdian terbaik adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, dan bangsa.

“Tidak ada cita-cita terbesar bagi seorang pengabdi kecuali ketika hidupnya dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari perjuangan bagi negeri yang dicintainya,” tuturnya.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib hingga selesai. Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, UIN Saizu Purwokerto berharap semangat nasionalisme, pengabdian, dan perjuangan akademik terus tumbuh di kalangan civitas akademika sebagai kontribusi nyata dalam membangun masa depan bangsa. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #Harikebangkitannasional #Harkitnas118 #TransformasiDigital #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *