Rektor UIN Saizu: Kebebasan Memilih Dilindungi Konstitusi, Tak Boleh Memaksakan Kehendak Orang Lain

UINSAIZU.AC.ID- Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tinggal menghitung hari menuju masa pencoblosan. Rektor Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Ridwan menilai, kebebasan berpendapat dan memilih dalam negara demokrasi dilindungi konstitusi.
"Setiap orang memiliki kebebasan penuh untuk menjatuhkan pilihan politiknya, sesuai dengan preferensi politiknya. Hal ini sebagai ikhtiar warga negara dalam melaksanakan hak konstitusionalnya," ungkap Prof Ridwan dalam keterangannya, Sabtu (3/2/2024).
Menurut Prof Ridwan, dalam menjalankan demokrasi sesuai dengan Undang Undang Dasar (UUD) Tahun 1945. "Jadi, seseorang tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, agar aspirasi politiknya sama dengan dirinya," tandas akademisi yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi keislaman dan kemasyarakatan itu.
Prof Ridwan yang juga Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas itu mengajak kepada seluruh masyarakat, pada khususnya Civitas Akademika UIN Saizu Purwokerto untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga iklim demokrasi tetap aman dan kondusif. Meskipun berbeda pilihan, kita jangan sampai saling bercerai berai.
"Mari kita jaga iklim demokrasi negara kita, menjaga persatuan dan kesatuan. Mari kita ikut menyukseskan dan mengawal pemilu yang jujur dan adil, untuk Bangsa Indonesia yang jaya menuju Indonesia Emas Tahun 2045," ajak Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam tersebut.
Dijelaskan, Pemilu 2024, kita disodorkan dengan sejumlah pilihan, baik tiga pasangan calon (paslon) yang berkontestasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Kemudian ada 24 partai politik, pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), maupun pemilihan calon legislatif dari semua tingkatan, dari pusat, provinsi dan kabupaten.
Menurutnya, berbagai pilihan dalam kegiatan pesta demokrasi meniscayakan adanya perbedaan-perbedaan. Dalam setiap agenda politik, pasti akan ada pilihan. Dengan adanya pilihan-pilihan itu akan ada perbedaan-perbedaan.
Prof Ridwan menjelaskan, setiap orang mempunyai pilihan masing-masing. Semua orang mempunyai argumentasi dan penilaiannya masing-masing, terkait pilihannya. "Sebagai proses-proses politik akan ada pilihan dan pasti akan ada perbedaan pilihan. Perbedaan partai politik, perbedaan pilihan tidak bisa dihindari," jelasnya.
Rektor Prof Ridwan menekankan, cara terbaik dalam menyikapi adanya banyak perbedaan, adalah menghormati perbedaan pilihan. "Kita tidak boleh menghina pilihan orang lain. Kita tidak boleh merendahkan pilihan orang lain. Kenapa, karena setiap orang memilih dengan hati nuraninya, memilih dengan argumentasinya," tandasnya. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!