Details

Rektor UIN Saizu Beberkan Arah Baru PTKIN! Pesan Penguatan ASN dan Program Kampus Mendunia 2025

 

UINSAIZU.AC.ID - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Pembinaan Pegawai yang melibatkan seluruh dosen atau tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di Auditorium Utama UIN Saizu, pada Senin, 1 Desember 2025.

Kegiatan pembinaan pegawai ini dilakukan usai upacara memperingati HUT KORPRI ke-54. Para pegawai hadir dengan seragam batik KORPRI, bawahan hitam, serta peci dan kerudung hitam sesuai ketentuan panitia. Suasana tertib dan penuh kebersamaan mencerminkan kuatnya solidaritas ASN UIN Saizu.

Dalam arahannya, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menyampaikan pesan strategis dari Menteri Agama terkait jati diri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Ia menegaskan bahwa ASN PTKIN memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memberi pengabdian terbaik kepada masyarakat. Salah satunya melalui penguatan peran kampus dalam mempromosikan kerukunan antarumat beragama.

“PTKIN harus hadir memberi solusi. ASN wajib menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat, termasuk dalam memperkuat kerukunan dan pelayanan keagamaan,” tegasnya.

Prof. Ridwan juga menekankan pentingnya kemampuan dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan khutbah Jumat, ceramah, atau penyuluhan keagamaan. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa PTKIN bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga pendamping masyarakat.

Rektor menyoroti perubahan besar dalam arah pengembangan perguruan tinggi. “Kurikulum saat ini berbasis dampak. Maka kampus juga harus memberi dampak yang terukur. Setiap program harus memiliki indikator kebermanfaatan yang jelas.”

Selain memperkuat internal, UIN Saizu juga tengah menyiapkan berbagai dokumen pendukung untuk penguatan pemeringkatan internasional, seperti QS World University Rankings (WUR) dan QS Stars langkah penting menuju kampus berkelas dunia.

 

Arah Kebijakan Baru: Beragama Maslahat dan Berbudaya

 

Rektor memaparkan perubahan orientasi dalam RPJPN terbaru. Bila sebelumnya fokus utama ialah moderasi beragama, kini paradigma diperluas menjadi Beragama Maslahat, Beragama Berbudaya dan PTKIN didorong menjadi pusat rujukan masyarakat dalam konsultasi keagamaan.

“Jika masyarakat ingin bertanya masalah hukum agama, rujukannya harus UIN. Kita harus membangun kepercayaan publik melalui otoritas keilmuan dan kemampuan komunikasi gagasan Islam.”

Visi jangka panjang Indonesia, jelasnya, adalah menjadi rujukan dunia dalam model keberagamaan yang maslahat, berkemajuan, dan relevan dengan zaman. Pada poin berikutnya, Prof. Ridwan menjelaskan program strategis Kementerian Agama dalam pemberdayaan umat melalui keuangan sosial Islam.

Salah satu program penting adalah Dana Abadi Pendidikan Islam (DAPI) serta gerakan wakaf uang. UIN Saizu ditunjuk sebagai pilot project nasional untuk penguatan gerakan wakaf uang di lingkungan kampus.

“Selama ini kita banyak berdiskusi secara teoritis. Kini saatnya melakukan praktik nyata. Wakaf uang membuat dana pokok tetap abadi, sementara manfaatnya bisa terus mengalir untuk pendidikan, beasiswa, kesehatan, dan program sosial.”

Program ini bersifat sukarela namun menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.

Pembinaan Pegawai 2025 bukan sekadar acara rutin. Momentum ini menjadi pijakan penting bagi UIN Saizu untuk memperkuat profesionalisme ASN, meningkatkan kualitas layanan akademik dan non-akademik, menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata, serta membangun kepercayaan publik terhadap PTKIN.

Dengan arahan Rektor dan kebijakan Kementerian Agama, seluruh pegawai diarahkan untuk semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. (AR/AL)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #PembinaanPegawai #KampusBerdampak #KemenagBerdampak #Kampusmendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *