Refleksi Ramadhan FTIK UIN Saizu: Dr. Maria Ulpah Ajak Civitas Akademika Teladani Ketangguhan Siti Hajar

UINSAIZU.AC.ID- Momentum Ramadhan dimanfaatkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) untuk memperkuat nilai spiritual dan karakter civitas akademika. Melalui program Ramadhan FTIK, Ketua Prodi Tadris Matematika FTIK, Dr. Maria Ulpah menyampaikan refleksi bertema Belajar dari Siti Hajar yang mengajak mahasiswa dan dosen memaknai bulan suci dengan ikhtiar dan tawakal.
Dalam kajiannya, Dr. Maria mengangkat keteladanan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim dan ibu Nabi Ismail. Ia menegaskan bahwa kisah Siti Hajar bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran hidup tentang ketangguhan iman di tengah ujian berat.
“Siti Hajar menunjukkan bahwa iman yang kuat melahirkan keberanian dan usaha nyata. Ia tidak pasrah tanpa tindakan, tetapi tetap bergerak dan berikhtiar,” ujar Dr. Maria di hadapan peserta kegiatan.
Dr. Maria menyoroti peristiwa larinya Siti Hajar antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah demi mencari air untuk putranya. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar ibadah sa’i dalam rangkaian haji dan umrah.
Dalam kondisi yang secara logika tampak mustahil, Siti Hajar tetap berusaha dan berdoa hingga akhirnya Allah menghadirkan pertolongan melalui pancaran Air Zamzam.
Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa pertolongan Allah hadir setelah manusia menunjukkan kesungguhan usaha. “Ramadhan adalah bulan latihan, termasuk latihan sabar dan ikhtiar. Tawakal bukan berarti diam, tetapi terus bergerak dengan keyakinan penuh kepada Allah,” tegasnya.
Pesan refleksi tersebut dinilai relevan dengan dinamika kehidupan kampus. Proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kerap menghadirkan tantangan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Dr. Maria mengajak civitas akademika FTIK untuk meneladani semangat Siti Hajar dalam menghadapi setiap persoalan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, optimisme, dan komitmen dalam menjalankan tugas akademik maupun peran sosial.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kisah Siti Hajar menjadi simbol kekuatan perempuan dalam Islam. Perempuan, menurutnya, memiliki peran sentral dalam membangun peradaban melalui keteguhan iman dan kontribusi nyata bagi umat.
Kegiatan Ramadhan FTIK ini menjadi ruang refleksi bersama agar bulan suci tidak sekadar dijalani sebagai rutinitas tahunan, tetapi dimanfaatkan untuk memperbarui semangat dan memperkuat karakter.
Menutup penyampaiannya, Dr. Maria mengingatkan bahwa setiap individu pasti menghadapi “lembah tandus” dalam kehidupannya. Namun, dengan keyakinan dan ikhtiar yang konsisten, pertolongan Allah akan hadir pada waktu yang tepat.
Melalui kegiatan ini, FTIK berharap Ramadhan mampu menjadi momentum penguatan spiritualitas dan karakter bagi seluruh civitas akademika dalam membangun generasi pendidik yang tangguh dan berintegritas. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!