Details

Refleksi Hari Pramuka ke 63 Tahun, Tantangan Kepembinaan Pramuka di Era Industri 4.0

UINSAIZU.AC.ID- Tanggal 14 Agustus 2024, Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka) memasuki usia 63 tahun. Dalam perjalanannya tentu banyak dinamika yang telah dihadapi, baik prestasi akdemik, nona-kademik maupun prestasi berupa SDM anggota pramuka yang berkepribadian.

Pembina Gudep Pramuka Pangkalan UIN Profesor Kiai Haji Saefuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr Muh. Hizbul Muflihin menyebutkan, sesuai sifatnya, Gerakan Pramuka adalah non-govermental dan non-politik. Sampai saat ini Gerakan Pramuka juga mampu menempatkan diri sebagai organisasi yang tidak terkontaminasi dengan dunia perpolitikan.

Namun, ada tantangan yang sangat berat ke depanya yaitu soal kemajuan teknologi yang sangat dahsyat apalagi munculnya arrtificial intelegent (AI). Di era globalisasi saat ini semua orang (termasuk anggota dan pembina Pramuka) mau tidak mau harus siap menghadapi kemajuan teknologi.

"Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, tidak cukup bagi pembina pramuka hanya menguasai morse, semaphore, tali-temali, dan keterampilan lainnya. Namun harus memiliki kemampuan membina dan mendidik peserta didiknya untuk jadi anggota kepanduan yang memiliki benteng mental spiritual dan sosial yang kuat," ujarnya.

Era Industri 4.0 Bagi Pramuka

Dijelaskan, Pramuka yang cakap terampil, cerdas, dan menguasai sebagian besar kecakapan khusus yang diraih dengan memenuhi kecakapan umum. Bahkan sampai menjadi Pramuka Garuda, sangat mungkin bisa tertular penyakit masyarakat modern era revolusi industri 4.0.

Jika tidak diberengi dengan peningkatan kepembinaan kepada peserta didik dengan memberi pendidikan dan pembinaan mental keagamaan dan sosial secara serius dan maksimal. Saat ini ada tantangan dan musuh yang amat berat dalam kepembinaan anggota Pramuka.

Seperti soal penggunaan teknologi yang berbau pornografi, pinjaman online (pinjol), judi online (judol), plagiasi karya tulis ilmiyah (PKTI), atau kegiatan membuat konten berbau artivicial yang mencelakakan dan merugikan orang lain. itu menjadi tantangan dan musuh berat saat ini.

"Moment ulang tahun Gerakan Pramuka ke 63 di Tahun 2024, rasanya menjadi penting untuk dicanangkan sebagai hari kebangkitan Gerakan Pramuka untuk merancang bangun ulang, kurikulum, sistem latihan dan kepembinaan bagi semua anggota Pramuka pada semua jenjang  golongan dan tingkatan," jelasnya.

Menuai Mutu Pembina ke Depan

Menjadi pembina Pramuka adalah kegiatan panggilan hati yang sudah selayaknya dilaksanakan dengan ketulusan dan kesungguhan. Ini demi mewujudkan adik-adik Pramuka yang berkepribadian baik, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum dan disiplin.

Selain itu, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk merealisasikan tujuan ini, pembina Pramuka selain punya semangat membina, berpendidikan tinggi sesuai minat dan kebutuhan untuk membina adik-adiknya.

Ini juga wajib hukumnya mengikuti dan lulus kursus-kursus resmi yang di programkan oleh gerakan Pramuka mulai dari KOS, KOL, KMD, KML, KPD, dan KPL. Setelah lulus pendidikan kepramukaan tersebut, tantangan yang berat bagi pembina Pramuka adalah meningkatkan kapabilitas dan kompetensi diri.

Kemudian materi kepembinaan yang cukup mendasar untuk dikuasai adalah pengetahuan kepramukaan. Bagaimanapun pembina Pramuka yang cukup menguasai pengetahuan kepramukaan, maka pada saat melaksanakan kepembinaan tidak akan kekurangan bahan.

Juga tidak akan mengalami kecanggungan dalam berkomunikasi dengan adik-adik Pramuka.  Kelancaran dalam berkomunikasi yang beraura kepramukaan, pada gilirannya akan memantapkan dalam kepembinaan Pramuka dan pembina bisa mendapatkan nayakarya dan naratama yang berkualitas serta meaningfull.

"Selamat Hari Pramuka ke 63. Semoga Gudep 26.2833-26.2834 Pangkalan UIN Profesor Kiai Haji Saefuddin Zuhri Purwokerto semakin maju dan berkontribusi mewujudkan UIN Saizu Purwokerto yang Unggul, Progresif, dan Integratif," harapnya. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!

#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #purwokerto #kampushijau

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *