Details

Rahmah Aziza Dinobatkan sebagai Miss Hijab Jawa Tengah 2026, Hadiah Terindah untuk UIN Saizu

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Rahmah Aziza, sukses meraih gelar Miss Hijab Jawa Tengah 2026 pada malam Grand Final yang digelar di TATV Solo, Minggu (2/8/2026).

Prestasi tersebut menjadi capaian istimewa bagi Rahmah sekaligus menambah deretan mahasiswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama UIN Saizu di tingkat provinsi. Namun, bagi Rahmah, kemenangan itu bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Tentunya ini bukan akhir, melainkan perjalanan awal saya untuk menjadi penebar manfaat bagi banyak orang. Mahkota ini saya persembahkan untuk kampus saya tercinta, UIN Saizu. Sebelum saya wisuda September nanti, ini adalah hadiah untuk UIN Saizu tercinta," ungkap Rahmah saat dimintai tanggapannya, usai dinobatkan sebagai Miss Hijab Jawa Tengah 2026.

Ucapan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus kecintaan Rahmah terhadap almamater yang telah menjadi tempatnya bertumbuh selama menempuh pendidikan. Keberhasilan Rahmah menjadi Miss Hijab Jawa Tengah 2026 tidak diraih hanya melalui penampilan di atas panggung.

Sejak awal mengikuti kompetisi, ia membawa sebuah misi sosial melalui program advokasi Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan). Program tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap pentingnya membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat pemberdayaan perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurut Rahmah, ajang Miss Hijab Jawa Tengah bukan hanya kompetisi kecantikan muslimah, tetapi ruang strategis untuk memperkenalkan gagasan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Saya percaya bahwa perempuan bukan hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Melalui Aksi Lentera, saya ingin menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Lahir di Banjarnegara pada 2 November 2004, Rahmah Aziza dikenal sebagai sosok yang aktif sejak awal menempuh pendidikan di UIN Saizu Purwokerto. Selain fokus pada perkuliahan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, ia aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan, kepanitiaan tingkat kampus maupun nasional, kegiatan sosial, hingga dunia kepenulisan.

Rahmah pernah dipercaya menjadi anggota Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Duta Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibrahim, hingga Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Banyumas periode 2026–2027.

Berbagai pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, administrasi, serta public speaking yang menjadi modal penting dalam mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Tengah. "Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga belajar hadir untuk masyarakat," katanya.

Di luar aktivitas organisasi, Rahmah memiliki komitmen kuat terhadap dunia literasi. Ia menargetkan menulis sedikitnya satu artikel setiap bulan yang dipublikasikan melalui blog pribadinya. Baginya, membaca dan menulis merupakan sarana untuk menyebarkan inspirasi sekaligus membangun peradaban.

"Karena dengan membaca dan menulis, perempuan tidak akan kehilangan segalanya," tutur Rahmah. Kemampuan tersebut membawanya menjadi penulis artikel, penulis jurnal ilmiah, moderator seminar, hingga pemateri di berbagai kegiatan akademik dan organisasi.

Semangat berprestasi Rahmah telah tumbuh sejak masa Madrasah Aliyah. Ia berhasil meraih Medali Emas dan Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Agama Islam (OSN PAI) Tingkat Nasional pada 2021.

Prestasi akademik tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai pencapaian di bidang kepemimpinan, organisasi, hingga kompetisi duta muslimah. Baginya, prestasi bukan hanya tentang penghargaan, melainkan bagaimana ilmu dan pengalaman dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu faktor yang mengantarkan Rahmah meraih mahkota Miss Hijab Jawa Tengah 2026 adalah kekuatan advokasi yang dibawanya. Melalui Aksi Lentera, Rahmah menginisiasi berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas literasi masyarakat.

Salah satu program unggulannya adalah Gelar Baca, hasil kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara untuk meningkatkan minat baca anak-anak.

Selain itu, ia juga mengembangkan kampanye digital #OneDayOneEducation, yaitu gerakan edukasi melalui media sosial yang berisi konten mengenai pendidikan, kepemimpinan, perempuan berdaya, pengembangan diri, serta nilai-nilai inspiratif.

Menurut Rahmah, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat sehingga pemberdayaan harus dimulai dari akses terhadap pendidikan dan literasi. "Saya ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu memberikan perubahan yang berkelanjutan," katanya.

Keseriusan Rahmah menjalankan Aksi Lentera juga diwujudkan melalui audiensi bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara.

Dalam pertemuan tersebut, ia mempresentasikan konsep Aksi Lentera sebagai program berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Rahmah berharap sinergi tersebut mampu memperluas dampak program sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman bagi perempuan dan anak.

"Bismillah, ini adalah ikhtiar besar untuk menghadirkan gerakan yang benar-benar bermanfaat. Saya berharap Aksi Lentera dapat menjadi ruang tumbuh yang aman bagi perempuan dan anak-anak, sekaligus menghadirkan harapan melalui pendidikan dan literasi," ujarnya.

Bagi Rahmah, keberhasilan menjadi Miss Hijab Jawa Tengah 2026 memiliki makna yang sangat personal. Menjelang wisuda pada September mendatang, ia memilih mempersembahkan mahkota tersebut kepada UIN Saizu Purwokerto sebagai bentuk rasa terima kasih atas pendidikan, pengalaman organisasi, dan kesempatan yang telah diberikan selama menjadi mahasiswa.

Dia berharap prestasi tersebut mampu menginspirasi mahasiswa lain agar terus berkarya, berprestasi, serta berani membawa gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Rahmah juga menegaskan bahwa mahkota yang kini disandangnya merupakan amanah untuk terus menyalakan semangat berbagi dan memberdayakan sesama.

"Lentera adalah cahaya yang menuntun dengan kebaikan dan kebermanfaatan di tengah kegelapan. Menjadi cahaya yang memancarkan sinar bagi lilin-lilin di sekitarnya, menjadi cahaya yang menerangi lingkungan sekitar."

Menutup pernyataannya, Rahmah kembali mengajak seluruh perempuan untuk berani bermimpi, berkarya, dan menjadi agen perubahan. "Because when a woman shines her light, she doesn't just illuminate her own path, she brightens the entire world. Let's light up the future, together."

Keberhasilan Rahmah Aziza meraih gelar Miss Hijab Jawa Tengah 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan prestasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semangat tersebut selaras dengan visi UIN Saizu sebagai Kampus Desa Mendunia yang terus melahirkan generasi berdaya saing global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kebermanfaatan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *