Puisi Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto Getarkan SeIBa International Festival 2026, Angkat Isu Kerusakan Lingkungan
.jpeg)
PADANG, UINSAIZU.AC.ID - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menorehkan penampilan membanggakan pada SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 di Aula Gedung J UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/7/2026).
Kali ini, delegasi UIN Saizu Purwokerto tampil melalui seni baca puisi yang menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Penampilan tersebut dibawakan oleh Lulu Afita Adiniah, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) angkatan 2024.
Dia membacakan puisi ciptaannya sendiri berjudul "Sajadah Bumi yang Tercabik", sebuah karya sastra yang mengangkat persoalan kerusakan alam akibat eksploitasi manusia. Penampilan Lulu mendapat perhatian dari para peserta festival. Penghayatan, teknik vokal, serta kekuatan pesan yang disampaikan membuat suasana aula berubah hening sebelum akhirnya disambut tepuk tangan meriah.
Puisi "Sajadah Bumi yang Tercabik" menghadirkan refleksi tentang hubungan manusia dengan alam. Melalui bahasa puitis, karya tersebut menggambarkan bumi sebagai amanah yang semestinya dijaga, bukan dieksploitasi demi kepentingan sesaat.
Lulu menyampaikan pesan bahwa berbagai persoalan lingkungan, mulai dari deforestasi, pencemaran sungai, hingga bencana ekologis, tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan alam.
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan global saat ini, ketika isu perubahan iklim, krisis lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian masyarakat dunia. Dalam penampilannya, Lulu tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga mengajak audiens merenungkan kembali pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Lulu Afita Adiniah merupakan mahasiswa kelahiran Banyumas, 21 Desember 2005. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, di antaranya sebagai anggota Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEBI UIN Saizu Purwokerto serta anggota muda KMPA Faktapala UIN Saizu Purwokerto.
.jpeg)
Di bidang sastra, Lulu telah mengukir sejumlah prestasi sejak duduk di bangku sekolah hingga menjadi mahasiswa. Beberapa capaian yang pernah diraih antara lain Juara 1 Lomba Cipta Baca Puisi Xiinergy Adiksi UIN Saizu tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026.
Dia juga pernah menjadi Juara 3 Lomba Baca Puisi dan Geguritan tingkat Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan BNN Kabupaten Banyumas pada 2023. Sebelumnya, Juara 1 Lomba Cipta dan Baca Puisi se-Banyumas yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman pada 2022.
Deretan prestasi tersebut menjadi bekal berharga ketika dipercaya mewakili UIN Saizu pada ajang SeIBa International Festival 2026. Keikutsertaan Lulu menjadi bagian dari delegasi UIN Saizu yang mengikuti berbagai agenda akademik, seni, dan budaya dalam SeIBa International Festival IV.
Bagi UIN Saizu, partisipasi mahasiswa dalam festival internasional tidak hanya bertujuan meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi mahasiswa, memperluas jejaring global, serta memperkuat diplomasi budaya melalui karya sastra dan seni.
Seni baca puisi dipandang sebagai media yang efektif untuk menyampaikan gagasan kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat internasional tanpa dibatasi perbedaan bahasa dan budaya.
SeIBa International Festival IV mengusung tema "Sustainable from Nusantara to Global Harmony". Festival ini mempertemukan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri melalui rangkaian seminar internasional, kompetisi mahasiswa, pertunjukan seni budaya, hingga forum kolaborasi akademik.
Keikutsertaan mahasiswa UIN Saizu dalam berbagai cabang kegiatan menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui penampilan Lulu Afita Adiniah, UIN Saizu tidak hanya menghadirkan karya sastra di panggung internasional, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Di tengah semangat kolaborasi global yang diusung SeIBa International Festival 2026, suara puisi menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab manusia terhadap bumi. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!