Details

Puasa Ramadan Menyehatkan Jasmani dan Rohani, Dekan FEBI UIN Saizu: Kesehatan Adalah Bonus dari Allah

 

UINSAIZU.AC.ID - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Jamal Abdul Aziz mengungkapkan, Puasa Ramadan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jamal saat memberikan tausiyah dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto. Menurutnya, dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW terdapat anjuran yang populer berbunyi “Shumu tashihhu” yang berarti “berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat".

Meski dari sisi sanad hadis tersebut dinilai lemah (dhaif), substansinya dinilai sejalan dengan pesan Al-Qur’an. “Dalam Al-Qur’an disebutkan wa antasumu khair lakum, bahwa berpuasa itu lebih baik bagi kalian. Ini menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat besar, termasuk bagi kesehatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam ajaran Islam memang terdapat keringanan (rukhsah) bagi orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan untuk tidak berpuasa. Namun, jika kondisi tersebut masih memungkinkan untuk menjalankan puasa, maka melaksanakannya tetap lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat bagi tubuh manusia. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai penelitian modern juga mendukung manfaat puasa bagi kesehatan. Bahkan konsep kesehatan populer seperti intermittent fasting pada dasarnya memiliki prinsip yang mirip dengan puasa.

“Konsep intermittent fasting itu sebenarnya mirip dengan puasa, yaitu memperpanjang masa tidak makan dan mempersempit jendela makan. Secara empiris, banyak penelitian menunjukkan bahwa praktik seperti ini bermanfaat bagi kesehatan,” jelasnya.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, puasa juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan jiwa. Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam diajak untuk lebih sering mengingat Allah, memperbanyak ibadah, serta menjaga perilaku.

Menurut Prof. Jamal, kesehatan rohani mencapai puncaknya ketika seseorang mampu menghadirkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya. “Puasa Ramadan yang tujuan akhirnya adalah takwa, sebenarnya mengajarkan bagaimana seseorang membangun komunikasi yang intens dengan Allah dalam setiap waktu,” katanya.

Dengan demikian, puasa menjadi sarana untuk membentuk keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual. Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, ia menegaskan bahwa tujuan utama puasa tetaplah ibadah kepada Allah. Dalam Islam, ibadah diterima apabila memenuhi dua syarat utama, yaitu ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

“Puasa kita dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Itu adalah ketentuan syariat. Namun yang paling penting adalah menjaga keikhlasan, bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah,” ujarnya.

Ketika seseorang mampu mengendalikan nafsu selama berpuasa, termasuk dalam memilih makanan yang sehat saat berbuka, maka di situlah manfaat kesehatan dapat dirasakan. Namun demikian, ia menekankan bahwa kesehatan hanyalah bonus dari ibadah puasa.

“Dasar kita berpuasa tetap untuk mendapatkan keridaan Allah. Sementara kesehatan adalah bonus yang Allah berikan kepada orang yang menjalankan ibadah puasa dengan benar,” tuturnya. Ia berharap umat Islam dapat menjaga keikhlasan dalam beribadah selama Ramadan sehingga menjadi hamba yang amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. (AR)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *