PSGA UIN Saizu Perkuat Perspektif Gender dan Sosialisasikan PPKS dalam Pembekalan KKN 2026

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pengabdian masyarakat yang inklusif dan bebas dari kekerasan seksual.
Melalui pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Tahun 2026, PSGA memberikan penguatan program kerja responsif gender, sekaligus menyosialisasikan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) kepada ribuan mahasiswa peserta KKN Berdampak 58.
Ketua PSGA UIN Saizu Purwokerto, Dr. Ida Novianti menegaskan, mahasiswa perlu memiliki perspektif gender sebelum terjun ke tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pembekalan tersebut, Dr. Ida Novianti mengingatkan mahasiswa agar menyusun program kerja yang memperhatikan kebutuhan perempuan, laki-laki, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya.
"Perspektif gender menjadi bagian penting dalam pengabdian kepada masyarakat. Program kerja yang disusun harus mampu memberikan manfaat secara setara bagi seluruh warga tanpa diskriminasi," ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara komprehensif sehingga kegiatan KKN benar-benar memberikan dampak positif bagi semua kalangan.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat KKN Berdampak UIN Saizu Purwokerto yang menempatkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan masyarakat melalui program yang adaptif dan berkelanjutan.
Selain penguatan perspektif gender, PSGA juga memberikan sosialisasi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dr. Ida Novianti menekankan bahwa seluruh peserta KKN memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan pengabdian yang aman, nyaman, dan inklusif.
"Kita ingin membangun lingkungan KKN yang aman dan inklusif serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Setiap mahasiswa harus memahami hak, kewajiban, serta mekanisme perlindungan selama melaksanakan KKN," katanya.
Materi tersebut diberikan agar mahasiswa mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual, memahami langkah pencegahan, hingga mengetahui prosedur pelaporan apabila menemukan atau mengalami kasus di lapangan.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap mahasiswa, PSGA bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Saizu membuka layanan hotline pengaduan kekerasan seksual selama pelaksanaan KKN.
Keberadaan hotline tersebut diharapkan memudahkan mahasiswa memperoleh pendampingan secara cepat apabila menghadapi dugaan tindak kekerasan seksual maupun bentuk kekerasan berbasis gender lainnya.
Dengan adanya layanan tersebut, mahasiswa tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran sehingga proses penanganan dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan UIN Saizu.
Penguatan perspektif gender dan sosialisasi PPKS dalam pembekalan KKN menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam mengarusutamakan nilai kesetaraan, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
PSGA di bawah kepemimpinan Dr. Ida Novianti selama ini aktif mengembangkan berbagai program edukasi mengenai pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan seksual sebagai upaya membangun budaya akademik yang aman, sehat, dan inklusif.
Melalui pembekalan tersebut, diharapkan seluruh mahasiswa KKN UIN Saizu 2026 tidak hanya mampu melaksanakan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi kesetaraan gender, menghormati martabat setiap individu, serta berkontribusi menciptakan lingkungan sosial yang bebas dari kekerasan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!