Details

Program BERTASBIH Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto Ubah Sampah Jadi Berkah


UINSAIZU.AC.ID - Mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Angkatan 57 Kelompok 23 menggelar program bertajuk BERTASBIH (Beres, Tuntas, lan Bersih) di Desa Karangpule, Kabupaten Purbalingga, Minggu (8/2/2026).

Program ini difokuskan pada pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan desa sebagai upaya membangun sistem kebersihan yang berkelanjutan serta bernilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan seminar program kerja yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

Forum tersebut menjadi ruang penyatuan visi antara mahasiswa dan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.

Ketua Kelompok 23 menjelaskan, program BERTASBIH dirancang tidak hanya untuk mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan, tetapi juga mengoptimalkan aset desa yang telah tersedia. Beberapa sarana yang diidentifikasi antara lain kendaraan pengangkut sampah, tungku pembakaran, serta tempat sampah terpilah.

Mahasiswa memulai rangkaian kegiatan dengan sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga. Warga diajak memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Edukasi ini bertujuan mempermudah proses pengelolaan lanjutan sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Selain itu, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah cair berupa minyak jelantah. Minyak goreng bekas yang dikumpulkan dari rumah tangga diolah menjadi lilin aromaterapi melalui proses penyaringan, pencampuran pewarna, dan penambahan esensial oil. Produk tersebut dinilai memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

 

 

Kepala Dusun Karangpule, Prayit, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Semoga pengelolaan bank sampah nantinya dapat berjalan konsisten dan mampu menyelesaikan permasalahan sampah di tingkat desa,” ujarnya.

Di samping pengolahan limbah cair, mahasiswa juga memberikan pelatihan daur ulang sampah plastik kepada ibu-ibu PKK dan Fatayat. Sampah plastik, seperti kantong kresek bekas, diolah menjadi kerajinan bunga anggrek. Pelatihan tersebut menjadi implementasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang memiliki potensi ekonomi kreatif.

 

 

Dukungan terhadap program BERTASBIH juga datang dari pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangpule. Dalam rapat koordinasi, pengelolaan sampah dimasukkan sebagai salah satu agenda Strategis desa.

Ketua BUMDes Karangpule, Nanang Prayitno, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun perencanaan pengembangan unit pengelolaan sampah. “Dengan adanya mahasiswa KKN, kami memiliki gambaran untuk mengelola hasil pelatihan, seperti penjualan minyak jelantah melalui kerja sama dengan pengepul serta pengembangan unit bank sampah yang lebih terkonsep,” katanya.

Mahasiswa juga memasang papan informasi mengenai waktu penguraian sampah guna meningkatkan kesadaran warga tentang dampak lingkungan. Selain itu, dilakukan pendataan kesiapan warga dalam membayar iuran sampah sebagai langkah evaluasi efektivitas program.

Sejumlah warga mengaku mulai terbiasa memilah sampah setelah mengikuti sosialisasi. Mereka menilai program BERTASBIH memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Desa Karangpule. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan sistematis serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi warga. (AL/AR)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #KKN #Pengabdian #Pemberdayaan #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *