Details

Prestasi Membanggakan! Dosen UIN Saizu Tembus Ajang Bergengsi Pertemuan Penyair Asia Tenggara

UINSAIZU.AC.ID- Dosen muda UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali mengukir prestasi di dunia sastra. Dimas Indianto S, yang akrab dikenal dengan nama pena Dimas Indiana Senja, berhasil lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII dengan puisi berjudul “Serat Centhini”.

Menurut Dimas Indianto, ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara ini berlangsung di Jakarta pada 11–14 September 2025. Kegiatan melibatkan ratusan penyair dari berbagai negara. Panitia PPN XIII menerima 1.800 puisi dari 616 penyair Indonesia dan Asia Tenggara.

Dari jumlah itu, hanya 231 karya yang lolos kurasi karena dianggap memuat semangat perdamaian dan persaudaraan. Rinciannya, 81 penyair berasal dari wilayah Jabodetabek, 100 penyair dari luar Jabodetabek, serta 50 penyair dari negara tetangga, antara lain 35 penyair Malaysia, 5 Singapura, 5 Brunei Darussalam, dan 5 Thailand.

Semua karya terpilih kemudian diterbitkan dalam sebuah antologi puisi berjudul “Layang-layang Tak Memilih Tangan".

Selain aktif sebagai dosen UIN Saizu, Dimas juga dikenal luas di dunia literasi. Ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fasilitator Literasi Balai Bahasa Jawa Tengah dan kerap hadir di berbagai forum sastra internasional.

Beberapa ajang prestisius yang pernah diikuti antara lain Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Bali dan Mandar Writer and Culture Forum (MWCF) di Sulawesi Barat.

Pertemuan Penyair Nusantara yang digelar dua tahun sekali ini diikuti penyair dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. PPN XIII mengusung tema “Jakarta: Kota Sastra, Kota Global” dan digelar di beberapa lokasi, seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Perpustakaan Nasional, Monas, hingga Badan Pengembangan Bahasa Kemendikdasmen.

Selain pembacaan puisi, ajang ini juga diisi dengan seminar sastra, kuliah umum, dan diskusi penting. Beberapa topik yang dibahas meliputi:

⦁    “Peran Puisi dalam Menyuarakan Perdamaian"
⦁    “Mencari Model Penghargaan Sastra"
⦁    “Terjemahan dalam Kebijakan Penerbitan Buku Sastra"
⦁    “Tantangan Puisi di Era AI"

Ketua Panitia PPN XIII, Ahmadun Yosi Herfanda, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya perayaan sastra, tetapi juga strategi memperkuat posisi sastra Indonesia di Asia Tenggara.

“Malam ini, kita tidak hanya berkumpul untuk merayakan kata. Kita berkumpul untuk merawat ingatan, merajut narasi kemanusiaan, dan membangun jembatan budaya antarbangsa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, menekankan pentingnya budaya digital dalam mendokumentasikan karya sastra.

Ketua Pelaksana PPN XIII, Imam Ma’arif, menambahkan bahwa ajang ini diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring sastra di kawasan.

Keberhasilan Dimas Indiana Senja menembus PPN XIII menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Saizu. Prestasi ini menegaskan bahwa dosen kampus tersebut tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata dalam memperkuat literasi dan diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #DosenUINSaizu

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *