PGMI UIN Saizu Raih Akreditasi Unggul, Bukti Komitmen Cetak Guru Madrasah Profesional dan Berdaya Saing

UINSAIZU.AC.ID- Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul. Ini berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor: 975/SK/LAMDIK/AK/S/VI/2026.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam mencetak calon guru madrasah ibtidaiyah yang profesional, berintegritas, serta mampu bersaing di era global.
Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga berbagai mitra yang selama ini mendukung pengembangan mutu pendidikan di lingkungan FTIK UIN Saizu.
Predikat Akreditasi Unggul yang diraih PGMI UIN Saizu tidak diperoleh secara instan. Sebelumnya, program studi tersebut menjalani asesmen lapangan dari LAMDIK pada 11–12 Mei 2026. Dua asesor yang ditugaskan melakukan penilaian yakni Dr. Siti Annisah dari Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung dan Dr. Iis Nurasiah dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Selama dua hari asesmen, tim asesor melakukan verifikasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penting, mulai dari tata kelola program studi, kualitas akademik, layanan pendidikan, capaian lulusan, hingga sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Kegiatan asesmen turut dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Dekan FTIK Prof. Fauzi, unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta pengguna lulusan.

Dalam kesempatan itu, Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi menegaskan bahwa proses akreditasi harus dipahami sebagai instrumen refleksi dan penguatan kualitas pendidikan guru secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga lembaga pendidikan tenaga kependidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori pembelajaran.
"Kita tidak boleh berhenti pada capaian administratif. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana program studi mampu memastikan kualitas lulusan benar-benar berdampak di ruang kelas dan di masyarakat," ujarnya.
Dia menambahkan, guru masa kini dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas, mulai dari penguasaan literasi digital, berpikir kritis, penguatan karakter peserta didik, hingga sensitivitas sosial. Karena itu, transformasi program studi harus terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.
Prof. Fauzi menjelaskan, PGMI merupakan salah satu program studi yang memiliki sejarah panjang di lingkungan FTIK UIN Saizu. Program ini berawal dari Program Diploma II pada masa STAIN Purwokerto dan berkembang menjadi program studi sarjana pada tahun 2007.
Seiring perjalanan waktu, PGMI mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah mahasiswa, kualitas sumber daya manusia, maupun tata kelola akademik. Saat ini, lebih dari separuh dosen PGMI telah berkualifikasi doktor dan didukung oleh guru besar di bidang pendidikan.
"Peningkatan kualitas tidak bisa dilakukan secara instan. Semua dibangun melalui proses panjang berupa penguatan SDM, budaya mutu, layanan akademik, serta evaluasi berkelanjutan melalui siklus PPEPP," jelasnya.
Sementara Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menilai asesmen lapangan menjadi momentum penting untuk memastikan transformasi kelembagaan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik.
Menurutnya, perjalanan UIN Saizu Purwokerto dari STAIN Purwokerto menjadi IAIN Purwokerto, hingga bertransformasi menjadi universitas membawa konsekuensi besar terhadap peningkatan tata kelola, penguatan layanan pendidikan, dan daya saing lulusan.

"Transformasi kelembagaan harus diikuti transformasi kualitas. Perguruan tinggi tidak bisa hanya berkembang pada nama dan struktur, tetapi juga harus berkembang pada kualitas layanan, kualitas pembelajaran, dan kualitas lulusannya," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa akreditasi merupakan bentuk pengakuan publik atas kualitas institusi pendidikan tinggi. Karena itu, proses asesmen harus dipandang sebagai ruang evaluasi untuk memperkuat sistem pendidikan yang telah berjalan.
Sementara itu, asesor LAMDIK Dr. Siti Annisah menjelaskan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi nyata program studi. "Kami datang bukan untuk mencari kesalahan. Tugas kami adalah memotret kondisi program studi dan melihat sejauh mana praktik di lapangan selaras dengan dokumen yang telah disusun," ujarnya.
Menurutnya, asesmen lapangan merupakan bagian dari budaya akademik yang sehat karena dapat menjadi ruang refleksi bagi perguruan tinggi untuk mengenali kekuatan sekaligus area yang masih perlu diperkuat. Ia juga memberikan apresiasi terhadap komitmen PGMI FTIK UIN Saizu dalam mengembangkan kualitas layanan akademik dan tata kelola program studi.
Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul menjadi tonggak penting bagi PGMI FTIK UIN Saizu dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan guru madrasah di Indonesia. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21 dan percepatan transformasi digital, PGMI UIN Saizu berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, humanis, reflektif, serta memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.
Dengan raihan Akreditasi Unggul ini, PGMI UIN Saizu semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu program studi pendidikan guru madrasah yang berkualitas dan siap menjawab kebutuhan dunia pendidikan masa depan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!