Pesan Wakil Rektor I UIN Saizu Prof. Suwito: Ramadan Momentum Penguatan Spiritual dan Pengendalian Diri

UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Suwito menegaskan bahwa Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi ini, menjadi momentum strategis untuk memperkuat dimensi spiritual manusia.
Hal tersebut disampaikan dalam Program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto yang tayang di Kanal YouTube resmi kampus. Dalam kesempatan itu, Prof. Suwito mengajak umat Islam memahami hakikat manusia sebagai makhluk yang memiliki dua dimensi, yakni fisik dan batiniah.
Dalam penyampaiannya, Prof. Suwito menjelaskan bahwa manusia membutuhkan asupan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani. Secara fisik, manusia memerlukan makanan dan minuman yang cukup agar tetap sehat. Kekurangan nutrisi, menurutnya, dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan berujung pada kondisi serius seperti stunting dan busung lapar pada anak.
“Kalau kelaparan itu berbahaya, bisa pingsan, bisa sakit, dan bisa mati. Kekurangan gizi juga berdampak pada pertumbuhan fisik,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa selain kebutuhan fisik, manusia juga membutuhkan “makanan spiritual”. Jika tubuh memerlukan nutrisi, maka batin membutuhkan kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah.

Prof. Suwito mengibaratkan lemahnya aspek rohani sebagai “stunting spiritual”. Kondisi tersebut, kata dia, dapat membuat manusia kehilangan arah dan jati dirinya sebagai makhluk yang dimuliakan. “Jika kurang asupan spiritual, manusia bisa menjadi lemah secara batin, bahkan kehilangan nilai kemanusiaannya,” tegasnya.
Menurutnya, Ramadan merupakan sarana yang diberikan Allah SWT untuk memperbaiki kualitas spiritual. Melalui ibadah seperti salat lima waktu, puasa, dan amalan lainnya, umat Islam diberi kesempatan untuk memperkuat ketakwaan dan mengendalikan hawa nafsu.
“Ramadan ini Allah memberikan asupan gizi batin agar kita menjadi orang yang bertakwa,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pembinaan diri agar lebih dekat kepada Allah serta mampu mengontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir tausiyahnya, Prof. Suwito mengajak seluruh masyarakat, khususnya Sivitas Akademika UIN Saizu Purwokerto, untuk menjadikan Bulan Suci Ramadan sebagai momentum menjadi manusia yang utuh, seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani.
“Semoga Ramadan menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi manusia yang sebenarnya,” pungkasnya. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!