Details

Pesan Rektor UIN Saizu ke Mahasiswa Baru: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Ijazah, tetapi Proses Transformasi Diri

 

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa.

Lebih dari itu, masa perkuliahan merupakan proses transformasi diri untuk membangun kematangan intelektual, spiritual, dan emosional. Pesan tersebut disampaikan Prof. Ridwan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Saizu Tahun 2026, Senin (17/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Technical Meeting (TM) PBAK yang diikuti ribuan mahasiswa baru secara hybrid. Sebagian mahasiswa baru mengikuti kegiatan secara langsung di Auditorium Utama UIN Saizu, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring melalui kanal YouTube PBAK UIN Saizu.

Sidang dihadiri Rektor Prof Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, Sekretaris Senat Universitas Dr. Henie Kurniawatie, serta Ketua Komisi C Prof. Syufa’at yang sekaligus memimpin sidang.

 

 

Mengawali sambutannya, Prof. Ridwan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Generasi Saizu 2026 yang kini menjadi bagian dari keluarga besar UIN Saizu. Ia mengingatkan bahwa status baru sebagai mahasiswa harus diikuti perubahan dalam pola pikir, sikap, dan perilaku.

“Dari sebelumnya status siswa dan hari ini kalian menjadi mahasiswa. Ada proses-proses perubahan pada aspek perilaku, cara berpikir, bersikap yang harusnya disesuaikan dengan status barunya sebagai mahasiswa yang memiliki kedewasaan di dalam berpikir, kedewasaan dalam bertindak, kedewasaan di dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Prof. Ridwan.

Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan peluang berharga untuk mengembangkan potensi diri. Tidak semua generasi seusia mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa kehidupan perkuliahan tidak boleh hanya dimaknai sebagai aktivitas mengerjakan tugas, mengikuti ujian, hingga memperoleh ijazah. Perguruan tinggi harus menjadi ruang pembentukan pribadi yang memiliki kematangan secara menyeluruh.

 

 

“Karena hakikat dari perkuliahan adalah melakukan proses transformasi diri, proses pembentukan karakter diri sebagai manusia yang memiliki tiga kematangan: kematangan intelektual, kematangan spiritual, dan kematangan secara emosional,” tegasnya.

Untuk mencapai kematangan tersebut, Prof. Ridwan mendorong mahasiswa baru aktif dalam berbagai kegiatan selama menjalani proses pendidikan. Ia menyebut tiga ranah yang perlu diikuti mahasiswa, yakni kegiatan akademik, pengembangan bakat dan minat, serta organisasi kemahasiswaan.

“Aktiflah kalian dalam berbagai rangkaian kegiatan, baik itu kegiatan akademik, kegiatan pengembangan bakat dan minat, dan kegiatan berorganisasi. Aktivitas kalian di dalam tiga ranah itu akan menempa kalian menjadi pribadi yang matang,” pesannya.

Dia berharap PBAK menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa baru untuk memahami kehidupan akademik sekaligus mengenal lebih dalam lingkungan UIN Saizu. PBAK juga diharapkan menjadi pondasi bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan dan mengembangkan potensi diri hingga meraih keberhasilan di masa depan.

“Mudah-mudahan PBAK ini menjadi pintu gerbang kalian untuk menapaki transisi baru dari siswa menjadi mahasiswa. Mudah-mudahan PBAK akan menjadi pondasi bagi kalian untuk mengenal lebih dalam bagaimana kehidupan kampus, kehidupan akademik kampus, bagaimana mengenal struktur birokrasi kampus,” tuturnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Komisi C Senat UIN Saizu, Prof. Syufa’at, menyampaikan bahwa keberhasilan masuk perguruan tinggi merupakan pencapaian awal. Mahasiswa perlu memanfaatkan berbagai fasilitas kampus sekaligus membangun etos akademik dan adab dalam proses keilmuan.

“PBAK bukan sekadar acara penyambutan, melainkan pintu masuk ke dalam tradisi keilmuan, di mana ilmu dan adab harus tumbuh bersama,” ungkapnya. Sidang Terbuka Senat Akademik kemudian ditutup oleh Prof. Syufa’at. Ribuan mahasiswa baru selanjutnya mengikuti Technical Meeting sebagai persiapan pelaksanaan PBAK UIN Saizu pada 18 dan 19 Agustus 2026.

Rangkaian tersebut menjadi awal perjalanan Generasi Saizu 2026 dalam beradaptasi dengan kehidupan kampus, mengenal budaya akademik, serta mengembangkan diri melalui berbagai ruang pembelajaran.

Melalui proses tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang matang secara intelektual, spiritual, dan emosional, sejalan dengan cita-cita UIN Saizu sebagai Kampus Desa Mendunia. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #PBAKUINSaizu2026 #SidangSenatTerbuka #GenerasiSaizu2026 #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *