Pesan Menyentuh Warek III UIN Saizu Prof Sunhaji di Awal Ramadan: Ini Empat Akhlak Pembuka Pintu Surga

UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor III UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Sunhaji, mengajak sivitas akademika dan masyarakat luas untuk menjadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan melalui penguatan akhlak mulia.
Dalam tausiyahnya di Program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto menyambut Bulan Suci Ramadan, Prof Sunhaji menegaskan bahwa kualitas iman seseorang sangat berkorelasi dengan kualitas akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah kita sudah memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan mencerminkan akhlak-akhlak yang mulia dalam kehidupan,” ujarnya.
Menurut Prof Sunhaji, akhlak yang baik merupakan ciri utama orang beriman. Akhlak juga menjadi sifat para nabi dan rasul, sekaligus karakter orang-orang beriman yang terpilih.
Ia menjelaskan bahwa hubungan manusia tidak hanya terbatas pada hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) dan dengan alam sekitar.
“Akhlak memiliki korelasi yang sangat positif dengan keimanan seseorang. Orang yang imannya kuat akan tercermin dalam perilaku dan sikapnya,” jelasnya.
Prof Sunhaji mengutip hadis Rasulullah SAW yang menegaskan keterkaitan antara iman dan perilaku sosial. Pertama, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. Kedua, memuliakan tetangga. Ketiga, memuliakan tamu.
Menurutnya, tiga poin tersebut menjadi indikator sederhana namun mendasar untuk mengukur kualitas iman seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. “Jika seseorang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, maka perilakunya harus mencerminkan kemuliaan akhlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Sunhaji memaparkan empat akhlak utama yang dapat menyelamatkan manusia dari panasnya api neraka sebagaimana disebutkan dalam hadis.
1. Rendah Hati
Sikap rendah hati menjadi pondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis. Orang yang tawadhu tidak merasa paling benar atau paling tinggi dibandingkan orang lain.
2. Lemah Lembut
Sikap lemah lembut mencerminkan kepribadian yang matang secara spiritual. Dalam komunikasi dan interaksi sosial, kelembutan lebih efektif daripada kekerasan.
3. Tidak Mempersulit Orang Lain
Ia menekankan pentingnya mempermudah urusan orang lain. Dalam kehidupan sosial, sikap membantu dan tidak mempersulit menjadi bagian dari akhlak terpuji.
4. Dekat dan Komunikatif dengan Sesama
Akhlak terakhir adalah menjadi pribadi yang dekat dengan masyarakat serta komunikatif. Menurutnya, unsur komunikasi sangat penting dalam membangun ukhuwah dan kebersamaan. “Allah mengharamkan api neraka bagi orang yang rendah hati, lemah lembut, tidak mempersulit orang lain, dan dekat dengan manusia,” terang Prof Sunhaji.
Sebagai Wakil Rektor III yang membidangi Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Prof Sunhaji berharap nilai-nilai akhlak tersebut tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar dipraktikkan oleh seluruh sivitas akademika UIN Saizu Purwokerto.
Ia mengajak seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan spiritual. “Mari kita ciptakan empat akhlak ini dalam kehidupan sehari-hari. Semoga menjadi penyejuk hati dan menambah kualitas keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah SWT,” pungkasnya. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia #LenteraRamadan



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!