Perkuat SPMI Berbasis Regulasi Baru, Pascasarjana UIN Saizu Tancap Gas Bangun Budaya Mutu

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Workshop Pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Saizu Purwokerto di Hotel Aston Purwokerto pada 22–24 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyesuaian kebijakan mutu dengan regulasi terbaru, yakni Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Regulasi tersebut menekankan pentingnya penguatan budaya mutu melalui penyusunan dokumen SPMI yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moch Roqib menyebutkan, workshop ini diikuti seluruh Ketua Program Studi di lingkungan Pascasarjana, baik jenjang doktor (S3) maupun magister (S2).
Program magister yang terlibat meliputi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Hukum Ekonomi Syariah, Ekonomi Syariah, hingga Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tim penyusun dokumen SPMI dari Gugus Kendali Mutu (GKM) Pascasarjana. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan memastikan penyusunan dokumen berjalan sistematis dan sesuai standar yang ditetapkan.
Pendampingan SPMI dilaksanakan melalui dua tahap, yakni kelas daring pada 4–15 April 2026 dan workshop luring selama tiga hari sebagai tahap finalisasi. Pada fase daring, peserta mendapatkan penguatan konsep terkait kebijakan mutu, standar mutu, serta mekanisme penyusunan dokumen SPMI.
Selanjutnya, pada sesi luring, peserta melakukan praktik langsung penyusunan dokumen, mulai dari manual mutu, standar mutu, hingga formulir mutu yang menjadi instrumen utama dalam implementasi SPMI.
.jpeg)
Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Prof. Budiyono Saputro dan Aris Marsudiyanto. Keduanya memberikan arahan teknis sekaligus pendampingan intensif dalam penyusunan dokumen SPMI berbasis regulasi terbaru.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga aktif berdiskusi serta melakukan review dokumen masing-masing program studi secara langsung.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan, termasuk dengan BAPPISUS sebagai mitra strategis pengembangan institusi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan sistem penjaminan mutu yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga responsif terhadap tantangan global.
Lebih dari sekadar agenda administratif, pendampingan ini menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Budaya tersebut tercermin dari upaya perbaikan terus-menerus (continuous improvement) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui workshop ini, seluruh program studi di Pascasarjana diharapkan mampu menghasilkan dokumen SPMI yang selaras dengan regulasi terbaru. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama dalam penjaminan mutu internal sekaligus mendukung proses penjaminan mutu eksternal, termasuk akreditasi.
Langkah ini semakin menegaskan posisi Pascasarjana UIN Saizu sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan kebijakan dan berkomitmen menjaga kualitas. Ke depan, implementasi SPMI yang efektif diharapkan mampu melahirkan lulusan unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!