Perkokoh Rekognisi UIN Saizu Purwokerto di Level Internasional, Kerjasama Perguruan Tinggi Luar Negeri Terus Dilakukan

Purwokerto- UIN Saizu Purwokerto tahun 2024 ini telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi di Asia Tenggara. Ini untuk memperkokoh rekognisi atau pengakuan lembaga UIN Saizu Purwokerto di level internasional.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan menyampaikan, pihaknya memang memiliki target melakukan berbagai kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Asia Tenggara. "Tahun 2024 kami akan melakukan riset kolaboratif dengan Malaysia, Kamboja, Filipina dan Thailand," ungkapnya.
Hal itu disampaikan Prof Ridwan usai melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan BAN-PT dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi UIN Saizu Purwokerto di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 2, Kamis (25/1/2024). Pemateri FGD adalah Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof Slamet Wahyudi.
Pihaknya terus membangun jejaring kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Jejaringan kerjasama internasional penting, karena UIN Saizu Purwokerto memiliki visi menjadi Universitas Islam yang unggul, progresif, dan integratif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di Asia Tenggara tahun 2040.
Terpisah, Direktur International Office UIN Saizu Purwokerto, M Sobirin Sahal menyebut, untuk rencana kerjasama baru di Asia Tenggara pada 2024 ini antara lain, dengan Cambodian University of Technology and Management di Kamboja. Kerjasama yang dijalankan, antara lain Dosen Kelas Internasional, Konferensi, Riset Kolaboratif, dan Mahasiswa Asing.
Kemudian, dengan VNU-HCM University of Social Sciences and Humanities dan Madrasah di Vietnam. Rencana kerjasama, yakni Dosen Kelas Internasional, Konferensi, dan Riset Kolaboratif. Kemudian dengan Souphanouvong University di Laos. Kerjasama Dosen Kelas Internasional, Konferensi, dan Riset Kolaboratif.
Kemudian dengan NUS, Madrasah Alsagoff and Madrasah Aljunied di Singapura. Bentuk kerjasama adalah Dosen Tamu dan Mahasiswa Asing. Untuk Islamic Center Myanmar dan Madrasah di Myanmar, bentuk kerjasama adalah Mahasiswa Asing. "Terbaru kami menggandeng Zarqa University Yordania untuk MoU," jelasnya. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!