Details

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor UIN Saizu Tegaskan Kampus Harus Jadi Benteng Persatuan dan Moderasi Beragama

UINSAIZU.AC.ID - Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum penting bagi Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan merawat persatuan di tengah keberagaman.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Ridwan saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu Purwokerto, Senin (1/6/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu diikuti seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Saizu Purwokerto. Meski bertepatan dengan hari libur nasional, ratusan sivitas akademika tetap hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ridwan bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Usai membacakan pidato BPIP, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, tingginya partisipasi sivitas akademika pada hari libur nasional menunjukkan bahwa semangat Pancasila masih tumbuh kuat di lingkungan kampus.

“Atas nama pimpinan, saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh peserta. Kehadiran yang luar biasa ini menjadi bukti bahwa Pancasila tidak hanya menjadi slogan atau retorika, tetapi benar-benar hidup dan menjadi bagian dari karakter sivitas akademika UIN Saizu,” ujar Prof. Ridwan.

Dia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta upacara menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan juga menyoroti perkembangan kehidupan kebangsaan yang menunjukkan tren positif, khususnya dalam menurunnya fenomena radikalisme dan intoleransi di Indonesia.

Meski demikian, menurutnya tantangan untuk menjaga persatuan bangsa masih sangat besar. Karena itu, masyarakat, terutama kalangan akademisi, harus terus menguatkan nilai toleransi, tasamuh, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

“Fenomena radikalisme dan intoleransi semakin menurun. Namun tugas kita belum selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan tasamuh benar-benar menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat,” katanya.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus terus diinternalisasikan melalui pendidikan, diskusi akademik, hingga praktik kehidupan kampus yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Saizu Purwokerto memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara wawasan keislaman dan wawasan kebangsaan.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa kampus harus menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Islam yang moderat dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.

“Kita berada di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang harus mampu menjadi teladan bagaimana wawasan kebangsaan dan wawasan keindonesiaan menyatu dalam satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama yang selama ini menjadi ciri khas UIN Saizu harus terus diperkuat agar mampu melahirkan lulusan yang religius, toleran, dan memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa.

Lebih lanjut, Prof. Ridwan mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati setiap tanggal 1 Juni, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Pancasila harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Dengan demikian, kita dapat terus menjaga persatuan bangsa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, UIN Saizu Purwokerto kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta cinta tanah air.

Komitmen ini sejalan dengan visi UIN Saizu Purwokerto sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi unggul, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa.

Bagi Prof. Ridwan, tantangan Indonesia ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Karena itu, kampus harus hadir sebagai ruang pembelajaran yang menumbuhkan semangat persatuan, dialog, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“UIN Saizu terus meneguhkan komitmen menjadi kampus yang menanamkan nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan semangat persatuan kepada seluruh sivitas akademika. Inilah kontribusi nyata kampus dalam merawat Indonesia,” pungkasnya. (AL/AR)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto 
#Harilahirpancasila #Pancasila #Moderasiberagama #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *