Details

Pembina Adiksi UIN Saizu Purwokerto Dorong Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Terus Ukir Prestasi

UINSAIZU.AC.ID- Pembina Asosiasi Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah (Adiksi) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Chafidz Diyanto memberikan apresiasi atas torehan prestasi mahasiswa penerima program KIP Kuliah. Terbaru mahasiswa  meraih penghargaan dalam Lomba Penulisan Artikel Populer tingkat Jawa Tengah.

Ini menjadi bukti mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah memiliki kapasitas dan daya saing yang tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Hal tersebut disampaikan Dr. Chafidz Diyanto menyusul keberhasilan Tim Bravo Juara meraih Juara Harapan 2 dalam kompetisi yang digelar Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi karena lahir dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, ketekunan, dan komitmen tinggi dari para mahasiswa. "Atas nama keluarga besar Adiksi UIN Saizu Purwokerto, saya mengucapkan selamat kepada Tim Delegasi Mahasiswa UIN Saizu yang berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat Jawa Tengah," ujarnya.

Ini merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang. Dr. Chafidz menegaskan bahwa program beasiswa KIP Kuliah tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya generasi unggul yang aktif, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap keberhasilan Tim Bravo Juara dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

"Mahasiswa KIP Kuliah harus memiliki kepercayaan diri untuk tampil dan berkompetisi. Jangan pernah merasa minder karena latar belakang ekonomi. Justru kesempatan yang diberikan melalui program KIP Kuliah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri dan mengukir prestasi sebanyak mungkin," katanya.

Menurutnya, prestasi tidak selalu lahir dari kemampuan yang luar biasa sejak awal, melainkan dari keberanian untuk mencoba, belajar, dan konsisten dalam berproses. Sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, Adiksi UIN Saizu terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah penyediaan anggaran delegasi bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi, seminar, konferensi, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya. Dr. Chafidz menjelaskan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Adiksi dalam membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berprestasi.

"Kami ingin mahasiswa tidak terkendala ketika memiliki kesempatan mengikuti perlombaan atau kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka. Karena itu, Adiksi berupaya hadir memberikan dukungan, termasuk dalam bentuk fasilitasi dan pendampingan," jelasnya.

Ia menilai keberhasilan Najwah Addina, Zahwa Aprilita, dan Kholisoh Daimah menjadi contoh nyata bagaimana dukungan organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa untuk menghasilkan prestasi.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Bravo Juara mengangkat artikel berjudul Potret Kampung Pengemis: Realita Kesenjangan Ekonomi di Tengah Kemegahan Purwokerto. Artikel tersebut membahas kondisi sosial masyarakat di Kampung Sri Rahayu, Purwokerto Selatan, melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi langsung.

Karya itu berhasil menarik perhatian dewan juri karena tidak hanya menyajikan fakta sosial, tetapi juga menawarkan solusi pemberdayaan yang realistis dan berkelanjutan. Bagi Dr. Chafidz, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

"Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan. Mereka tidak cukup hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang ada, lalu menawarkan solusi yang konstruktif melalui karya dan gagasan," ungkapnya.

Keberhasilan Tim Bravo Juara semakin istimewa karena mereka mampu masuk lima besar terbaik dari total 128 peserta perguruan tinggi se-Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil melaju hingga babak final.

Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, khususnya penerima beasiswa KIP Kuliah, untuk terus berani berkarya dan mengejar prestasi.

"Jadikan prestasi ini sebagai pemantik semangat. Saya berharap semakin banyak mahasiswa Adiksi yang berani mengikuti kompetisi, menulis, melakukan riset, berinovasi, dan membawa nama baik UIN Saizu di tingkat regional, nasional, maupun internasional," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, budaya berprestasi perlu terus ditumbuhkan di lingkungan kampus.

"Prestasi Tim Bravo Juara membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kerja keras, dukungan yang tepat, dan kemauan untuk terus belajar, mahasiswa KIP Kuliah mampu menjadi pribadi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *