Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto Promosikan Doktor ke-85, Angkat Isu Pencegahan Stunting dalam Perspektif Islam

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan kajian integratif antara ilmu keislaman dan sains. Pada Rabu (11/2/2026), promovenda Henny Sutikno resmi menjalani Ujian Promosi Doktor dengan disertasi berjudul “Pencegahan Stunting dalam Perspektif Islam”.
Sidang terbuka tersebut berlangsung di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu pukul 09.00–11.00 WIB dan dipimpin oleh tim penguji lintas disiplin. Mereka terdiri atas Prof. Ridwan; Dr. Novan Ardy Wiyani; Prof. Naqiyah; Dr. Dyah Umiyarni; Prof. Sunhaji; Prof. Moh. Roqib; Dr. Nurfuadi; serta Dr. Fahri Hidayat.
Komposisi penguji tersebut mencerminkan pendekatan multidisipliner yang menjadi ciri khas riset Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto. Henny Sutikno resmi menyandang gelar Doktor setelah mempertahankan disertasinya. Dr Henny Sutikno mengungkap sejumlah temuan penting terkait kasus stunting di Kabupaten Banyumas.
Pertama, karakteristik ibu balita stunting rata-rata berusia 27–41 tahun. Rentang usia tersebut tergolong usia reproduksi dengan potensi risiko kehamilan tertentu. Seluruh informan berstatus ibu rumah tangga (IRT), namun belum optimal memanfaatkan waktu untuk meningkatkan literasi pengasuhan anak, termasuk dalam perspektif Islam dan pencegahan stunting.
Mayoritas tingkat pendidikan terakhir informan adalah SMP, yang berpengaruh terhadap kepatuhan dalam melakukan Antenatal Care (ANC) serta pemahaman kesehatan ibu dan anak. Temuan ini menegaskan bahwa stunting tidak hanya persoalan asupan gizi, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan biologis, literasi kesehatan, dan literasi keagamaan.
Kedua, penelitian mencatat bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas telah meluncurkan berbagai regulasi dan program percepatan penurunan stunting. Namun, persoalan utama bukan terletak pada ketiadaan kebijakan, melainkan pada efektivitas implementasi, koordinasi lintas sektor, dan pendampingan di tingkat akar rumput.
Hal ini menunjukkan perlunya sinergi antara pendekatan kesehatan modern dengan pendekatan sosial dan keagamaan agar program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ketiga, analisis perilaku ibu balita stunting dalam perspektif Islam menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi negara, seperti usia perkawinan sesuai undang-undang, belum tentu berbanding lurus dengan kesiapan menjadi orang tua.
Dr. Henny menegaskan bahwa Islam telah menyediakan kerangka komprehensif tentang pengasuhan dan pembentukan anak yang sehat secara fisik, psikologis, dan spiritual. Namun, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik kehidupan keluarga.
“Islam memberikan tuntunan untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas, tetapi pemahaman ini perlu diperkuat melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya dalam sidang promosi.
Disertasi ini merekomendasikan penguatan regulasi dan pendampingan berkelanjutan melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan penyuluh agama. Selain itu, koordinasi lintas program dan lintas sektor dinilai krusial dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting.
Model yang ditawarkan mencerminkan pendekatan integrasi-interkoneksi, yakni menggabungkan sains kesehatan masyarakat dengan nilai-nilai keislaman dalam kebijakan publik. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab persoalan stunting secara lebih komprehensif dan kontekstual di masyarakat.
Promosi doktor ini semakin memperkuat posisi Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto sebagai institusi yang tidak hanya mengkaji Islam secara normatif, tetapi juga mengintegrasikannya dengan sains untuk menjawab problem nyata masyarakat.
Ke depan, Pascasarjana UIN Saizu berkomitmen terus mengembangkan riset integratif yang relevan, aplikatif, dan berdampak sosial. Integrasi Islam dan sains menjadi keunggulan akademik yang terus diperkuat guna meningkatkan daya saing nasional maupun internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!