Details

Pascasarjana UIN Saizu Promosikan Doktor ke-93, Mahmudin Tawarkan Konsep MBK untuk Penguatan Moderasi Beragama di Madrasah Aliyah

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali melahirkan doktor melalui Ujian Promosi Doktor ke-93 yang digelar pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto.

Pada kesempatan tersebut, Mahmudin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Moderasi Beragama bagi Peserta Didik di Madrasah Aliyah.

Ujian promosi dipimpin oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Sunhaji, Dr. Novan Ardi Wiyani, Prof. Fauzi, Prof. Moh. Roqib, Dr. Nur Fuadi, Dr. Slamet Yahya, Dr. M. Misbah, dan Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini sebagai penguji eksternal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Disertasi Mahmudin berangkat dari keprihatinan terhadap munculnya berbagai kecenderungan pemikiran keagamaan yang eksklusif di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat melalui implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI).

Karena itu, kebijakan penguatan moderasi beragama yang dicanangkan pemerintah perlu diterjemahkan secara nyata dalam proses pendidikan di madrasah. Penelitian tersebut bertujuan mengkaji secara mendalam implementasi kurikulum PAI dalam penguatan moderasi beragama, faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya, serta merumuskan konsep implementasi yang relevan bagi Madrasah Aliyah.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, serta guru Pendidikan Agama Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum PAI dalam penguatan moderasi beragama tidak berlangsung secara seragam, melainkan berkembang sesuai karakteristik masing-masing lembaga. Mahmudin menemukan tiga pola implementasi yang saling melengkapi.

Pertama, pola regulatif-inovatif di MAN 1 Banjarnegara yang bertumpu pada kebijakan Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum dan pembelajaran.

Kedua, pola normatif-tekstual di MA Wathoniyah Islamiyah yang membangun moderasi melalui penguatan tradisi keilmuan pesantren dan pemahaman terhadap khazanah keislaman klasik.

Ketiga, pola kultural-tradisional di MA El-Bayan Majenang, Cilacap yang menanamkan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i'tidal (keadilan) sebagai bagian dari tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama.

Selain mengidentifikasi pola implementasi tersebut, penelitian ini juga menemukan lima faktor utama yang memengaruhi keberhasilan penguatan moderasi beragama, yakni kompetensi guru, kepemimpinan lembaga, peran keluarga dan komunitas, dukungan regulasi pemerintah, serta pengaruh media sosial.

Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama tidak hanya bergantung pada materi pembelajaran, tetapi juga memerlukan dukungan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.

Salah satu kontribusi penting dari disertasi Mahmudin adalah lahirnya konsep Moderasi Berbasis Konteks Kelembagaan (MBK) sebagai kebaruan (novelty) penelitian.

Konsep ini menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar materi yang diajarkan di kelas, melainkan menjadi etos kelembagaan yang dibangun secara simultan melalui dimensi regulatif, normatif, dan transformatif sesuai identitas ideologis serta budaya masing-masing lembaga pendidikan.

Dengan demikian, implementasi moderasi beragama tidak bersifat seragam, tetapi kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik setiap madrasah. Keberhasilan Mahmudin meraih gelar doktor semakin memperkuat kontribusi Pascasarjana UIN Saizu dalam menghasilkan riset-riset inovatif yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

Melalui penelitian yang berorientasi pada penguatan moderasi beragama, Pascasarjana UIN Saizu terus meneguhkan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, progresif, dan integratif, sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *