Pascasarjana UIN Saizu Promosikan Doktor ke 81, Kaji Makna Hidup Prajurit Disabilitas

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menorehkan capaian akademik membanggakan. Salah satu mahasiswa terbaiknya, resmi meraih gelar doktor setelah menuntaskan ujian terbuka disertasi yang digelar pada Senin (5/1/2026).
Ujian terbuka promosi doktor tersebut berlangsung di Ruang Ujian Doktor Lantai 1 Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, pukul 13.00–15.00 WIB. Melalui forum akademik ini, Pascasarjana UIN Saizu mempromosikan doktor ke-81 sejak program doktoral dibuka.
Sidang promosi doktor menghadirkan jajaran penguji dari kalangan akademisi senior, yakni Prof. Ridwan yang juga merupakan Rektor UIN Saizu Purwokerto, Dr. Atabik, Prof. Sulkhan Chakim, Dr. Muskinul Fuad, Prof. Shofwa Marwah, Dr. Alief Budiyono, Dr. Hartono, serta Prof. Kholid Mawardi.
Para penguji memberikan catatan kritis sekaligus apresiasi atas kedalaman riset yang diangkat promovendus, terutama karena tema penelitian menyentuh sisi kemanusiaan dan jarang dikaji dalam penelitian akademik.
Promovendus, Didik S. mengkaji pengalaman hidup prajurit yang mengalami disabilitas akibat tugas negara. Penelitian ini menyoroti prajurit yang mengalami cacat fisik seperti luka tembak, kebutaan total, hingga amputasi jari tangan saat menjalankan tugas militer.
Didik menggunakan pendekatan fenomenologi dengan landasan teori logoterapi Viktor Frankl, yang menekankan bahwa makna hidup dapat ditemukan melalui penderitaan.
“Bagi prajurit disabilitas, penderitaan bukan akhir dari kehidupan. Dari situ justru muncul proses memahami diri, menerima kenyataan, dan menemukan makna hidup yang baru,” ujar Didik saat memaparkan disertasinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prajurit disabilitas melewati lima tahapan dalam mencapai kebermaknaan hidup. Tahapan tersebut meliputi tahap derita, penerimaan diri, penerimaan makna, realisasi makna, hingga tahap hidup bermakna.
Didik menegaskan bahwa proses ini tidak berlangsung secara instan. Prajurit disabilitas harus melalui pergulatan batin yang panjang sebelum akhirnya mampu berdamai dengan kondisi fisik dan menemukan tujuan hidup baru.
Selain tahapan tersebut, penelitian ini juga menemukan tiga faktor utama yang berperan penting dalam membantu prajurit disabilitas bangkit dan menemukan makna hidup, yaitu spiritualitas, dukungan keluarga, serta lingkungan kerja.
Ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan menjadi penguat bagi prajurit untuk tetap produktif, berdaya, serta memiliki harapan di tengah keterbatasan fisik yang dialami.
Disertasi ini dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi fenomenologi, khususnya dalam konteks militer dan disabilitas. Lebih dari itu, penelitian ini menjadi refleksi bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa.
Melalui promosi doktor ini, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan karya ilmiah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi kemanusiaan dan kehidupan sosial. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!