Details

Pascasarjana UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Lembaga dan Riset di FORDIPAS-INCOILS VI di Padang Sumatera Barat

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Direktur dan pengelola program studi Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menghadiri Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia (FORDIPAS PTKIN) dan The 6th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS VI) di Padang, Sumatera Barat.

Dua agenda akademik tersebut berlangsung pada 6-8 Agustus 2026 di ZHM Premiere Hotel Padang, Jalan Muhammad Husni Thamrin No. 27, Padang Selatan, Sumatera Barat. Keikutsertaan delegasi Pascasarjana UIN Saizu menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus memperluas jejaring akademik nasional dan internasional.

Delegasi Pascasarjana UIN Saizu terdiri atas Direktur Pascasarjana Prof. Moh. Roqib, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Dr. Moh. Hanif, Ketua Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Prof. Khusnul Khotimah, serta Sekretaris Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Dr. Fahri Hidayat.

Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moh. Roqib menyebutkan, FORDIPAS menjadi forum strategis bagi para direktur Pascasarjana PTKIN dari berbagai wilayah Indonesia untuk membahas perkembangan dan tantangan pengelolaan pendidikan pascasarjana.

"Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antarlembaga, pembahasan persoalan kelembagaan, serta perumusan strategi pengembangan Pascasarjana PTKIN agar semakin adaptif terhadap perubahan kebijakan dan perkembangan pendidikan tinggi," jelas Prof. Roqib dalam keteranganya.

Sejumlah aspek strategis menjadi perhatian dalam forum, mulai dari tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu akademik, pengembangan program studi, penelitian, publikasi ilmiah, hingga penguatan sumber daya manusia.

Perubahan regulasi pendidikan tinggi juga mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian dalam pengelolaan program pascasarjana. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antarpengelola Pascasarjana PTKIN menjadi penting untuk menghasilkan langkah pengembangan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.

Disebutkan, bagi Pascasarjana UIN Saizu, keterlibatan dalam FORDIPAS menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi kelembagaan dengan Pascasarjana PTKIN lainnya. Forum tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Selain mengikuti FORDIPAS, delegasi Pascasarjana UIN Saizu berpartisipasi dalam INCOILS VI. Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mendiskusikan berbagai persoalan aktual terkait Islam, hukum, dan masyarakat.

INCOILS VI menjadi ruang pertukaran gagasan dan hasil penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik lintas institusi. Forum ini juga memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk merespons berbagai perubahan sosial dan perkembangan keilmuan melalui penelitian.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Moh. Hanif mempresentasikan artikel berjudul “Sociology of Educational Institutions: Hidden Curriculum, Religious Discipline, and Social Reproduction in Salafy Islamic Boarding.” Artikel tersebut merupakan hasil kolaborasi akademik bersama Prof. Moh. Roqib dan Ismawati.

Penelitian tersebut mengkaji dinamika lembaga pendidikan Islam melalui perspektif sosiologis, terutama terkait hidden curriculum, disiplin keagamaan, dan reproduksi sosial dalam lingkungan pesantren Salafi.

Kajian tersebut menempatkan proses pendidikan tidak hanya pada kurikulum formal. Kebiasaan, kultur kelembagaan, relasi sosial, serta praktik keseharian juga menjadi bagian penting yang dapat membentuk karakter dan orientasi sosial peserta didik.

Partisipasi Dr. Moh. Hanif dalam konferensi tersebut juga membuahkan prestasi. Ia meraih penghargaan Best Paper pada INCOILS VI melalui karya ilmiah yang dipresentasikan dalam klaster Education.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi akademik dosen Pascasarjana UIN Saizu dalam forum ilmiah internasional serta memperkuat tradisi penelitian dan publikasi di lingkungan kampus.

Selain Dr. Moh. Hanif, Prof. Khusnul Khotimah turut mempresentasikan hasil penelitian kolaboratif bersama mahasiswa Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Untung Famuji. Artikel tersebut berjudul “Dekonstruksi Otoritas dan Erosi Akuntabilitas Dakwah Berbasis AI: Studi Kasus nia.najar_s.”

Penelitian ini mengangkat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam ruang dakwah digital. Kajian tersebut menyoroti perubahan otoritas keagamaan, persoalan akuntabilitas, serta konsekuensi penggunaan teknologi AI dalam produksi dan distribusi konten dakwah.

Tema tersebut menjadi relevan seiring semakin luasnya penggunaan teknologi digital dalam aktivitas keagamaan. Perubahan pola produksi dan konsumsi konten dakwah menuntut kajian akademik yang mampu membaca perkembangan teknologi sekaligus mempertimbangkan aspek otoritas, etika, dan akuntabilitas.

Kehadiran delegasi Pascasarjana UIN Saizu dalam FORDIPAS dan INCOILS VI menunjukkan dua orientasi pengembangan yang berjalan beriringan, yakni penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan produktivitas akademik. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan pascasarjana yang berkualitas, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

Forum seperti FORDIPAS memberikan ruang bagi pengelola Pascasarjana untuk memperkuat aspek kelembagaan. Sementara konferensi internasional seperti INCOILS VI membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta membangun jejaring akademik internasional.

Keterlibatan aktif tersebut juga dapat meningkatkan visibilitas akademik Pascasarjana UIN Saizu. Melalui penelitian dan forum ilmiah, gagasan sivitas akademika dapat dikenal lebih luas sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Penguatan jejaring, kolaborasi riset, publikasi, dan tata kelola diharapkan terus menjadi bagian dari strategi pengembangan Pascasarjana UIN Saizu. Dengan demikian, pendidikan pascasarjana tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian dan gagasan yang relevan dengan persoalan masyarakat.

Keikutsertaan dalam FORDIPAS dan INCOILS VI di Padang menjadi salah satu langkah Pascasarjana UIN Saizu untuk terus membangun ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan terbuka terhadap perkembangan keilmuan global. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *