Details

Pascasarjana UIN Saizu Luluskan Doktor Baru, Angkat Kajian Tasawuf Falsafi

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengelar ujian promosi doktor atas nama Imam Subiyakto. Sidang promosi tersebut berlangsung di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu, pada Selasa (21/7/2026), mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB.

Dalam sidang terbuka tersebut, Imam Subiyakto mempertahankan disertasi berjudul "Ajaran Tasawuf Falsafi dalam Amaliah Salik Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah (Studi tentang Manifestasi Spiritualitas terhadap Perilaku Mulia dan Produktif di Kabupaten Brebes)".

Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran tasawuf falsafi tidak hanya dipahami sebagai konsep metafisik, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sosial yang membentuk karakter mulia dan meningkatkan produktivitas para pengamal tarekat di Kabupaten Brebes.

Ujian promosi doktor dipimpin oleh dewan penguji yang terdiri atas sejumlah akademisi Pascasarjana UIN Saizu, yakni Prof. Sunhaji, Dr. Novan Ardy Wiyani, Prof. Nur Kholis Setiawan, Dr. Nasrudin, Prof. Suwito, Dr. Atabik, Dr. Jauhar Hata, dan Prof. Moh. Roqib.

Melalui forum akademik tersebut, Imam Subiyakto memaparkan hasil penelitian yang berupaya menjelaskan hubungan antara dimensi spiritual tasawuf dengan kehidupan sosial masyarakat modern.

Disertasi Imam Subiyakto berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana konsep-konsep besar dalam tasawuf falsafi, seperti wahdat al-wujūd, tajallī, fanā', dan baqā', diinternalisasikan dalam kehidupan para salik Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika filosofis untuk menafsirkan pengalaman spiritual para salik, makna simbolik dalam praktik tarekat, serta relevansinya terhadap kehidupan sosial.

Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap mursyid serta para pengikut tarekat di Kabupaten Brebes.

Analisis dilakukan dengan mempertemukan pemahaman terhadap teks-teks klasik tasawuf falsafi dengan praktik amaliah tarekat yang berkembang di tengah masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf falsafi tidak berhenti pada aspek konseptual maupun metafisik semata. Nilai-nilai tersebut justru diwujudkan melalui berbagai amaliah spiritual seperti zikir, murāqabah, rābiṭah, dan sulūk yang membentuk karakter para salik.

Proses internalisasi ajaran tersebut menghasilkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, tawakal, kerendahan hati, serta kemampuan mengendalikan diri. Di sisi lain, spiritualitas yang terbangun juga berdampak terhadap meningkatnya etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

"Proses internalisasi ajaran tersebut melahirkan kesadaran spiritual yang mendalam, yang mendorong salik untuk mengembangkan akhlak mulia seperti keikhlasan, kesabaran, tawakal, dan kerendahan hati," ujar Dr. Imam Subiyakto saat memaparkan hasil penelitiannya.

Selain itu, kata dia, kesadaran ini juga berdampak pada peningkatan etos kerja, tanggung jawab sosial, dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa tasawuf falsafi memiliki relevansi yang signifikan dalam membangun keseimbangan antara dimensi spiritual dan sosial manusia.

Disertasi tersebut menegaskan bahwa tasawuf falsafi tetap memiliki relevansi dalam menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern. Spiritualitas dipahami bukan sebagai alasan untuk menjauh dari kehidupan dunia, melainkan menjadi fondasi etis yang mendorong seseorang menjalankan peran sosial secara lebih bertanggung jawab.

Penelitian juga menemukan bahwa pemahaman terhadap konsep wahdat al-syuhūd secara proporsional tidak melahirkan sikap pasif ataupun menarik diri dari kehidupan sosial. Sebaliknya, para salik justru terdorong aktif berkontribusi dalam bidang sosial maupun ekonomi dengan tetap menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai orientasi utama.

Berdasarkan temuan tersebut, amaliah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dinilai mampu menjadi model transformasi spiritual yang membentuk pribadi berakhlak mulia sekaligus produktif.

Penyelenggaraan ujian promosi doktor ini menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam mengembangkan penelitian keislaman yang mendalam, kontekstual, dan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Melalui berbagai riset doktoral, Pascasarjana UIN Saizu terus mendorong lahirnya kajian akademik yang mampu mempertemukan khazanah keislaman klasik dengan dinamika kehidupan kontemporer.

Dengan dukungan dosen yang kompeten, tradisi akademik yang kuat, serta lingkungan ilmiah yang religius dan inklusif, Pascasarjana UIN Saizu berkomitmen mencetak ilmuwan, peneliti, dan pemimpin yang memiliki integritas, wawasan global, serta kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan peradaban. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *