Pascasarjana UIN Saizu Gelar Promosi Doktor, Teliti Dampak Teknologi Informasi pada Pembelajaran Fikih Pesantren

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan tradisi akademik dan riset pendidikan Islam melalui penyelenggaraan Ujian Promosi Doktor.
Kegiatan akademik ini digelar pada Selasa (6/1/2026), bertempat di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu. Ujian promosi doktor tersebut menguji disertasi atas nama Rahman Rosyidi, dengan judul “Dampak Akuisisi Pengetahuan dan Teknologi Informasi terhadap Pembelajaran Fikih di Pondok Pesantren Al-Hidayah dan Pesantren Mahasiswa An-Najah Kabupaten Banyumas”.
Sidang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, dan berjalan secara khidmat serta akademis. Disertasi diuji oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Ridwan, Dr. Novan Ardi Wiyani, Prof. Subur, Prof. Munjin, Prof. M Hizbul Muflihin, Prof. Moh. Roqib, Prof. Suyanto, dan Prof. Tutuk Ningsih.
Dalam disertasinya, Dr. Rahman Rosyidi menyoroti fenomena pergeseran pola akuisisi pengetahuan fikih di lingkungan pesantren seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Ia menemukan bahwa santri kini tidak hanya bergantung pada pembelajaran formal di kelas, tetapi juga aktif mengakses pengetahuan keislaman secara mandiri melalui media sosial.
Menurut Dr. Rahman, kondisi ini melahirkan dua sisi. Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas dan cepat. Namun di sisi lain, muncul tantangan berupa kesenjangan antara pembelajaran fikih yang ideal, sistematis, dan tervalidasi dengan informasi bebas yang belum tentu teruji keabsahannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuisisi pengetahuan dan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model (TAM) terhadap pembelajaran fikih di dua pesantren di Kabupaten Banyumas. Rahman menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.
Variabel yang dianalisis meliputi akuisisi pengetahuan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kebermanfaatan, minat penggunaan, serta penggunaan aktual teknologi informasi dalam pembelajaran fikih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas akuisisi pengetahuan santri melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berkontribusi positif terhadap persepsi kebermanfaatan teknologi informasi.
Persepsi ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat santri dalam menggunakan teknologi, yang kemudian mendorong penggunaan aktual teknologi dalam pembelajaran fikih.
Dr. Rahman Rosyidi menjelaskan bahwa dorongan untuk memperoleh manfaat pengetahuan menjadi faktor utama dalam penerimaan teknologi di lingkungan pesantren. Dengan kata lain, nilai kebermanfaatan lebih menentukan dibandingkan faktor teknis.
Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi kemudahan penggunaan teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa santri pesantren lebih termotivasi oleh nilai substansi dan manfaat keilmuan, bukan semata-mata kemudahan teknis penggunaan teknologi.
Temuan tersebut memperkuat argumen bahwa dalam konteks pendidikan Islam, khususnya pembelajaran fikih, orientasi pencarian ilmu masih menjadi faktor dominan dalam adopsi teknologi informasi.
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Technology Acceptance Model dalam konteks pendidikan Islam. Rahman menempatkan akuisisi pengetahuan sebagai variabel eksternal yang memiliki pengaruh kuat terhadap penerimaan teknologi di pesantren.
Meski demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama pada cakupan lokasi penelitian yang terbatas dan belum mengintegrasikan pendekatan kualitatif secara mendalam. Oleh karena itu, Rahman merekomendasikan penelitian lanjutan dengan metode campuran untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Pelaksanaan ujian promosi doktor ini kembali menegaskan posisi Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.
Melalui penguatan riset interdisipliner dan tradisi akademik yang berkelanjutan, UIN Saizu berkomitmen mencetak doktor-doktor unggul yang berintegritas, berwawasan digital, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam serta masyarakat luas. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!