Details

Pascasarjana UIN Saizu Gelar FGD Program Kerja 2026, Perkuat Pendidikan Unggul dan Inovatif

UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Program Kerja Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat mutu dan daya saing pendidikan tinggi.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang PPs 13 pada pukul 08.30–10.30 WIB dan dihadiri jajaran pimpinan, ketua program studi, sekretaris program studi, serta tenaga kependidikan. FGD tersebut menjadi forum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan program prioritas Pascasarjana UIN Saizu dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif.

Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moh. Roqib memimpin langsung jalannya diskusi. Dalam arahannya, Prof. Roqib menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh elemen Pascasarjana guna memastikan ketercapaian Perjanjian Kinerja (Perkin) antara Direktur dan Rektor.

“Seluruh unit harus bergerak dalam satu irama. Perkin bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi kompas utama dalam pelaksanaan program kerja Pascasarjana,” tegas Prof. Roqib.

FGD ini menghadirkan Dr. Zuri Pamuji, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Saizu, sebagai narasumber. Ia memaparkan pentingnya menjadikan Perkin Direktur sebagai dasar penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi kaprodi, sekprodi, dosen, hingga tenaga kependidikan.

“Capaian turunan Perkin akan menjadi indikator utama dalam penilaian SKP, apakah masuk kategori baik atau sangat baik,” ujar Dr. Zuri. Ia menekankan perlunya pendekatan holistik dan terukur agar tata kelola Pascasarjana berjalan lebih efektif dan akuntabel.

Salah satu poin strategis yang mengemuka dalam FGD adalah penegasan distingsi Pascasarjana UIN Saizu, yakni pengembangan kajian budaya Nusantara raya dengan fokus pada budaya Penginyongan. Prof. Roqib menilai, kajian ini menjadi keunggulan khas yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain.

“Budaya Penginyongan harus hidup dan menjadi identitas Pascasarjana. Ini bisa diwujudkan dalam berbagai aspek, termasuk penamaan ruang dengan aksara Arab Jawi sebagai simbol karakter akademik kita,” jelasnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat branding akademik Pascasarjana UIN Saizu sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya lokal berbasis keilmuan.

Melalui FGD Program Kerja 2026, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, agama, dan budaya dalam setiap program akademik. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar untuk melahirkan lulusan magister (S-2) dan doktor (S-3) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi berkelanjutan, Pascasarjana UIN Saizu optimistis mampu menjadi pelopor pendidikan tinggi Islam yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban dunia. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *