Details

Pascasarjana UIN Saizu Bahas Pencegahan Kerusakan Lingkungan dari Perspektif Ekoteologi Lintas Iman

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Seminar bertajuk "Caring for the Earth: Preventing Environmental Degradation from Interfaith Ecotheological Perspective".

Seminar ini mengangkat isu krisis lingkungan dari sudut pandang ekoteologi lintas iman sebagai upaya membangun kolaborasi global dalam menjaga kelestarian bumi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu pada Rabu (15/7/2026) tersebut menghadirkan pakar ekoteologi asal Filipina, Dr. Gil Chua Donayre sebagai pembicara utama.

Diskusi dipandu oleh Retno Farah Meilani Asidik dan diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan. Keikutsertaan peserta internasional menjadikan seminar ini sebagai ruang dialog akademik yang mempertemukan beragam perspektif keagamaan dalam merespons tantangan kerusakan lingkungan yang kini menjadi persoalan global.

Dalam pemaparannya, Dr. Gil Chua Donayre menjelaskan hasil penelitian disertasinya yang membandingkan perspektif ekoteologi dalam tradisi Islam dan Katolik. Penelitian tersebut mengkaji pemikiran empat tokoh Islam dan empat tokoh Katolik mengenai relasi manusia dengan alam semesta.

Disertasinya yang berjudul The Ecological Crisis Through the Lens of Islam and Christianity: A Comparative Theological Study on Religion's Approaches to the Environmental Problem dipertahankan di Sankt Georgen Philosophisch-Theologische Hochschule, Frankfurt am Main, Jerman.

Menurutnya, kedua tradisi keagamaan memiliki kesamaan mendasar dalam memandang alam sebagai ciptaan yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar sumber daya yang dimanfaatkan manusia. "The similarity is bestowing nature its intrinsic value," ungkap Dr. Gil Chua Donayre.

Dia menegaskan bahwa lingkungan hidup beserta seluruh makhluk yang ada di dalamnya memiliki martabat yang harus dihormati. Pandangan tersebut menjadi fondasi etis bagi umat beragama untuk membangun kepedulian terhadap kelestarian bumi dan mendorong tindakan nyata dalam menghadapi krisis lingkungan.

Melalui pendekatan ekoteologi lintas iman, seminar ini menekankan pentingnya kolaborasi berbagai tradisi keagamaan dalam memperkuat komitmen menjaga keseimbangan ekosistem. Forum akademik tersebut mengajak peserta melihat bumi sebagai rumah bersama yang harus dirawat secara kolektif.

Manusia diposisikan bukan sebagai pemilik mutlak alam, melainkan bagian dari ciptaan yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk. Gagasan tersebut dinilai relevan dengan tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem di berbagai belahan dunia.

Seminar internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto dengan Jesuit Conference of Asia Pacific (JCAP), institusi yang berada di bawah Universitas Manila, Filipina.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya riset dan diskusi ilmiah yang responsif terhadap isu-isu global, khususnya di bidang lingkungan hidup, dialog antaragama, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kemitraan dengan berbagai institusi luar negeri, Pascasarjana UIN Saizu terus mengembangkan ruang-ruang akademik yang mempertemukan perspektif keilmuan dari berbagai negara untuk menghasilkan solusi atas persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Penyelenggaraan seminar internasional ini sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam menghadirkan forum ilmiah bertaraf internasional yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, serta keberlanjutan lingkungan.

Melalui penguatan kolaborasi global dan pertukaran gagasan lintas budaya maupun lintas agama, UIN Saizu berharap dapat terus berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran akademik yang relevan terhadap berbagai tantangan dunia, termasuk upaya pencegahan kerusakan lingkungan dan pembangunan masa depan yang lebih berkelanjutan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *