Momen Hari Kebangkitan Nasional, Rektor UIN Saizu: Spirit Tatap Indonesia Emas 2045

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melaksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 116. Dipimpin Rektor UIN Saizu Purwokerto, Profesor Ridwan, upacara digelar di halaman rektorat kampus setempat, Senin (20/5/2024).
Kegiatan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024 tersebut diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh pegawai di lingkungan Kampus UIN Saizu Purwokerto. Mereka tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian upacara yang diselenggarakan.
Dalam amanatnya, Profesor Ridwan menyampaikan, saat ini kita tengah menatap Indonesia Emas 2045. Untuk menyongsong 100 tahun Indonesia tersebut semua elemen memiliki peran penting dan tanggung jawab bersama. "UIN Saizu Purwokerto menjadi salah satu pilar penting untuk mempersiapkan pondasi Indonesia Emas," ujarnya.

Maka dari itu, kata dia seluruh Sivitas Akademika UIN Saizu Purwokerto harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama untuk melahirkan generasi emas. Karena generasi emas lahir dari para orang tua yang memiliki semangat keemasan. Yakni dengan melahirkan lulusan kampus, alumni-alumni berkualitas.
Dijelaskan, kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen Hari Kebangkitan Nasional ke 116 pada hari ini, harus kita tangkap, agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu.
Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045. "Kami berkomitmen melahirkan lulusan, alumni-alumni yang berkualitas. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki spirit yang sama, mencetak generasi emas," ujarnya.

Pihaknya sepakat dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60 persen penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif. Mereka siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.
Ini sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan Presiden Joko Widodo. Peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10-15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Bonus demografi Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital.
"Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5 persen dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030," terangnya. (AR)
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!
#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!