Details

Menuju Kampus Riset Bereputasi Global: Berikut Capaian Jurnal Ilmiah UIN Saizu 2025

UINSAIZU.AC.ID- Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pengelolaan jurnal ilmiah di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Sebagai institusi yang terus berkomitmen mengembangkan riset dan publikasi ilmiah, UIN Saizu berhasil menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pengelolaan jurnal.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan dalam laporannya menyebut, melalui koordinasi yang kuat antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), fakultas, dan unit terkait, ekosistem publikasi ilmiah di lingkungan kampus semakin berkembang menuju standar nasional dan internasional.

Pada Tahun 2025, UIN Saizu Purwokerto tercatat mengelola 28 jurnal aktif yang tersebar di berbagai fakultas dan unit, meliputi LPPM, Pascasarjana, fakultas, dan UPT Perpustakaan. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi jumlah terbitan maupun konsistensi penerbitan.

Dari 28 jurnal tersebut, 19 jurnal telah terakreditasi Sinta, mencakup Sinta 1 hingga Sinta 5. Kemudian, 9 jurnal lainnya berstatus Non Sinta namun telah terindeks Garuda dan sebagian masuk DOAJ (Directory of Open Access Journals), menunjukkan langkah awal menuju akreditasi nasional.

Selain itu, sebanyak 18 jurnal telah berhasil menembus indeksasi DOAJ dan Garuda, memperluas jangkauan internasional dan memperkuat reputasi publikasi kampus di tingkat global.

Komposisi ini mencerminkan bahwa lebih dari 64% jurnal UIN Saizu telah terakreditasi Sinta, sebuah capaian luar biasa yang menunjukkan konsistensi peningkatan mutu editorial, tata kelola, serta keberlanjutan penerbitan.

Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting dalam perluasan indeksasi jurnal. Dua jurnal unggulan UIN Saizu, yaitu Al-Manahij dan Volksgeist, telah berhasil mempertahankan akreditasi Sinta 1 sekaligus masuk dalam indeks Scopus capaian tertinggi dalam publikasi akademik internasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi institusional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset lintas negara, memperkuat posisi UIN Saizu dalam peta akademik global.

Sementara itu, beberapa jurnal seperti Komunika dan IBDA’ terus memperkuat eksistensinya di tingkat nasional dengan peningkatan kualitas artikel dan kolaborasi antar penulis lintas kampus. Beberapa jurnal baru juga mulai 
diarahkan untuk mengikuti akreditasi Arjuna dan memperbaiki tata kelola melalui pendampingan LPPM.

LPPM UIN Saizu berperan strategis dalam membina, mengkoordinasikan, serta mendorong peningkatan mutu jurnal di seluruh unit. Program pendampingan akreditasi, pelatihan OJS (Open Journal System), workshop indeksasi DOAJ, serta penyusunan pedoman etik publikasi menjadi bagian dari strategi tahunan yang terus diperkuat.

Kolaborasi lintas fakultas juga semakin nyata, misalnya:

⦁    Fakultas Syariah kini mengelola empat jurnal aktif dengan dua di antaranya berindeks Scopus.

⦁    Fakultas Dakwah menunjukkan pertumbuhan pesat dengan jurnal Komunika, ICODEV, dan Assertive yang aktif memperluas jangkauan penulis.

⦁    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki tiga jurnal tematik yang fokus pada ekonomi syariah dan keuangan Islam.

⦁    Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terus mendorong jurnal pendidikan dan riset matematika agar menuju akreditasi nasional.

Seluruh jurnal UIN Saizu kini telah beralih ke Open Journal System (OJS) versi terbaru, dengan tampilan yang lebih profesional dan ramah pembaca. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi manajemen editorial tetapi juga memperkuat transparansi dalam proses review dan publikasi.

Selain itu, pada 2025 UIN Saizu juga menginisiasi integrasi portal jurnal universitas, yang mempermudah akses publik terhadap seluruh terbitan dan memperkuat branding publikasi ilmiah kampus secara kolektif.

Meski kemajuan signifikan telah dicapai, masih terdapat tantangan dalam peningkatan mutu dan keberlanjutan jurnal, seperti konsistensi penerbitan tepat waktu, peningkatan sitasi artikel, serta dorongan internasionalisasi yang lebih luas.

Menjawab hal tersebut, UIN Saizu merancang program 2026 yang meliputi:

⦁    Pendampingan intensif akreditasi bagi 9 jurnal non-Sinta.
⦁    Peningkatan kualitas review dan publikasi berstandar internasional.
⦁    Pembentukan Forum Pengelola Jurnal UIN Saizu sebagai wadah sinergi antar editor dan reviewer.
⦁    Penguatan kolaborasi riset dan publikasi bersama universitas luar negeri.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menandai era baru dalam penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah di UIN Saizu. Dengan 28 jurnal aktif, dua jurnal Scopus, dan mayoritas telah terakreditasi Sinta, UIN Saizu semakin meneguhkan diri sebagai universitas riset yang berdaya saing nasional dan internasional.

Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen universitas dalam menghadirkan publikasi ilmiah yang bermutu, inklusif, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kemanusiaan. (AR/TA)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia

 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *