Details

Menteri Agama Beberkan Capaian Keberhasilan dan Program Prioritas yang Harus Dijalankan 2024

Purwokerto- Rektor Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Ridwan turut menghadiri Meet and Brief bersama Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Kegiatan diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Kamis (4/1/2024).

Kegiatan Meet and Brief bersama Gus Menteri, sapaan Menag Yaqut, dihadiri tidak kurang 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag. Hadir, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para Pejabat Eselon I hingga IV kantor Pusat Kemenag, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, para Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menag Yaqut menyampaikan, di Tahun 2024, masih banyak pekerjaan harus dituntaskan. Terutama program-program prioritas dan legacy. Gus Men mengajak seluruh jajaran Kemenag tetap semangat, tetap bekerja keras, terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan, serta selalu mencari terobosan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sepanjang tiga tahun kepemimpinannya, beberapa capaian telah berhasil dilakukan. Pertama, Aplikasi PUSAKA telah dihadirkan. Superapps ini mengintegrasikan berbagai aplikasi yang selama berjalan hingga ada dalam satu genggaman. Hal ini menjawab kebutuhan masyarakat dan internal ASN atas layanan kementerian yang cepat, mudah, murah, pasti, dan akuntabel.

Kedua, Cyber Islamic University didirikan, untuk memberikan akses kepada para guru yang belum S1 dan siapa pun yang ingin belajar di perguruan tinggi secara online, di mana pun mereka berada. Saat ini sudah 3.339 mahasiswa, yang mayoritasnya guru. Mereka telah mendapatkan beasiswa S1 di Cyber Islamic University, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketiga, lebih dari 1.000 KUA telah direvitalisasi. Ini bukan hanya bangunan kantornya saja yang direnovasi, akan tetapi sumber daya manusia (SDM) dan standar operasional prosedur (SOP) layanan Kantor Urusan Agama (KUA) ditingkatkan kualitasnya.

Keempat, lebih dari 2.000 pesantren menerima program Kemandirian Pesantren. Saat ini sedang dikembangkan agar terbentuk ekosistem bisnis pesantren yang kuat di masa depan. Kelima, Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah menjadi pusat ziarah dan ibadah dunia bagi umat Buddha dan umat Hindu.

Keenam, tingkat kepuasan jemaah pada dua tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji juga masuk kategori Sangat Memuaskan.

Beragam capaian lainnya, Sertifikasi Halal melampaui target, prestasi di bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan banyak ditorehkan, serta Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami kenaikan. Berbagai legacy Kementerian Agama juga diwujudkan, misalnya: berdirinya Puspenkom, serta penerbitan Kitab Suci Braille dan Bahasa Isyarat.

Kemudian, capaian lainnya, yakni setelah menunggu 12 tahun, 98.972 guru akhirnya menerima SK Inpassing. Semoga, segera terealisasi kenaikan tunjangan kinerja (Tukin) menjadi 80 persen bagi ASN Kementerian Agama.

“Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama di 2023 juga ditetapkan sebagai Badan Publik Informatif. Ini milestone luar biasa. Kita pertahanankan dan tingkatkan. Keterbukaan informasi adalah amanat UU,” lanjutnya.

Gus Men menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama yang telah bekerja keras mewujudkan misi bersama melayani umat beragama sebaik-baiknya. Menurutnya, capaian ini telah mendapat puluhan apresiasi dan penghargaan dari berbagai instansi dan Lembaga, dan itu patut disyukuri.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *