Details

Menempa Diri di Tapak Suci, Atlet Berprestasi Rizka Nur Aeni Satukan Iman, Ilmu, dan Ketangguhan di UIN Saizu

UINSAIZU.AC.ID- Kehidupan kampus yang dinamis dan penuh warna, setiap mahasiswa memiliki kisahnya sendiri dalam menapaki jalan menuju cita-cita. Di antara mereka, ada sosok yang memadukan kekuatan fisik, spiritual, dan intelektual dalam satu tarikan napas.

Dialah Rizka Nur Aeni, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Mahasiswi asal Banjarnegara ini bukan hanya dikenal karena ketekunannya dalam belajar, tetapi juga karena semangat juangnya di dunia Tapak Suci.

Seni bela diri ini ia tekuni sejak lama. Bagi Rizka, Tapak Suci bukan sekadar ajang adu keterampilan atau kompetisi fisik, tetapi juga jalan pembentukan karakter yang mendalam.

“Saya memiliki minat besar dalam Tapak Suci karena di sana saya belajar lebih dari sekadar bela diri. Tapak Suci mengajarkan kedisiplinan, keuletan, keimanan, dan bagaimana mengendali-kan diri,” ungkapnya.

Sejak duduk di bangku SMPN 1 Wanadadi, Rizka sudah mulai mengenal dunia pencak silat. Namun, kecintaannya terhadap Tapak Suci benar-benar tumbuh
saat ia menempuh pendidikan di Pondok  Pesantren Nurul Huda Banyumas.

Di sana, ia tidak hanya berlatih fisik, tetapi juga belajar memahami filosofi di balik setiap gerakan keseimbangan antara tubuh dan pikiran, serta pentingnya niat yang tulus dalam setiap perjuangan.

Tapak Suci, menurut Rizka, telah mengajarinya untuk menjadi pribadi yang tahan banting, menghargai proses, dan siap menghadapi tantangan hidup. Dalam setiap latihan, keringat yang menetes bukan hanya simbol kerja keras, tapi juga pengingat bahwa setiap pencapaian besar selalu lahir dari usaha kecil yang konsisten.

“Hal menarik dari perjalanan hidup saya adalah bagaimana Tapak Suci membantu membentuk karakter saya. Dari latihan fisik hingga kegiatan organisasi, saya banyak belajar tentang tanggung jawab dan kepemimpinan,” ujarnya.

Kini, ketika Rizka menapaki perkuliahan di UIN Saizu Purwokerto, nilai-nilai yang ia bawa dari Tapak Suci menjadi fondasi dalam keseharian akademiknya. Disiplin waktu, semangat pantang menyerah, dan keteguhan hati ia terapkan dalam belajar maupun berorganisasi.

Sebagai pengurus Tapak Suci tahun 2025 dan staf muda DEMA Fakultas Syariah tahun 2024, Rizka tidak hanya berfokus pada pengembangan diri, tetapi juga turut aktif membangun lingkungan kampus yang produktif dan  inspiratif.

Baginya, organisasi adalah ladang pengabdian, tempat belajar bekerja sama, dan
ruang untuk menyalurkan potensi kepemimpinan. Di sela kesibukannya, Ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi Tapak Suci dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi gemilang:

1. Juara 1 Seni Regu Ganesha Cup Salatiga.
2. Juara 3 Seni Regu POMPROV Jawa Tengah.
3. Juara 1 Kelas C Putri Purwokerto Championship.

Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan dedikasi akan selalu membuahkan hasil. Di balik semua capaian dan kesibukannya, Rizka menyimpan satu motivasi besar: membahagiakan orang tua. Ia menyadari, pendidikan bukan hanya soal meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat dan berakhlak mulia.

“Motivasi saya menempuh pendidikan dan meraih prestasi di UIN Saizu adalah untuk membahagiakan orang tua, mengembangkan potensi diri, memperdalam ilmu agama dan pengetahuan umum, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Bagi Rizka, setiap langkah di kampus adalah bagian dari perjalanan spiritual dan intelektual. Ia percaya bahwa selama ada tekad dan doa, setiap rintangan pasti bisa dilalui. Rizka percaya, setiap orang memiliki jalan masing-masing menuju kesuksesan. Ia ingin kelak menjadi sosok yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan fisik, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi Rizka, Tapak Suci dan ilmu hukum syariah bukanlah dua dunia yang terpisah, tetapi dua sisi dari satu tujuan besar: membentuk manusia yang tangguh, berilmu, dan berakhlak. Dengan semangat pantang menyerah, Rizka terus melangkah menyeimbangkan langkah kaki seorang pesilat dengan ketenangan batin seorang penuntut ilmu.

Karena baginya, hidup adalah medan perjuangan, dan setiap perjuangan yang dijalani dengan ikhlas pasti akan berujung pada kemenangan sejati. Perjalanan Rizka Nur Aeni bukan hanya kisah tentang seorang mahasiswi yang gemar bela diri atau rajin berprestasi.

Lebih dari itu, ia adalah potret temntang ketekunan seorang anak muda yang belajar menyeimbangkan kekuatan lahir dan batin. Di tengah tekanan akademik dan kerasnya latihan Tapak Suci, Rizka tetap memilih untuk terus tumbuh setapak demi setapak menuju versi terbaik dari dirinya.

Ia sadar bahwa setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri. Bahwa kemenangan bukan sekadar piala di tangan, tetapi juga kemampuan untuk berdiri tegak setelah jatuh, untuk tetap bersyukur di tengah lelah, dan untuk terus berproses meski belum sempurna.

Dengan prinsip hidupnya yang sederhana “Apapun yang terjadi, pulanglah sebagai sarjana” Rizka menegaskan bahwa pendidikan bukan garis akhir, melainkan perjalanan spiritual yang menempa jiwa.

Dan seperti jurus dalam Tapak Suci yang memadukan kekuatan dan keindahan, Rizka terus menapaki hidupnya dengan tekad, iman, dan keyakinan bahwa setiap langkah kecil hari ini sedang menuntunnya menuju takdir besar yang telah disiapkan Tuhan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *