Details

Mantapkan Persiapan GreenMetric 2026, UIN Saizu Bahas Pembaruan Kriteria Penilaian dan Pemetaan Kebutuhan Data

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi pemeringkatan kampus berkelanjutan dunia melalui pembahasan pembaruan kriteria penilaian UI GreenMetric World University Rankings Tahun 2026.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Kampus II Purbalingga, pada Rabu (11/3/2026). Rapat berlangsung pukul 08.00 hingga 09.30 WIB dengan agenda utama menindaklanjuti perubahan kriteria penilaian GreenMetric terbaru.

Ini sekaligus memetakan kebutuhan data yang harus disiapkan oleh setiap unit kerja di lingkungan kampus. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim, Kepala Program Studi Ilmu Lingkungan, Tim Green Campus dan Tim Kerja Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ).

Hadir pula Ketua Tim Kerja Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), serta Ketua Tim Kerja Ketatausahaan, Kearsipan, dan Rumah Tangga. Kehadiran berbagai unsur pimpinan dan unit kerja ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas bidang, agar persiapan menghadapi pemeringkatan GreenMetric dapat berjalan lebih terarah dan sistematis.

Melalui kolaborasi ini, setiap unit diharapkan mampu memberikan dukungan data dan dokumen yang dibutuhkan dalam proses penilaian kampus ramah lingkungan tersebut. Dalam rapat tersebut, peserta membahas pembaruan struktur penilaian GreenMetric tahun 2026 yang kini terdiri dari tujuh kriteria utama.

Perubahan struktur ini menuntut adanya penyesuaian dalam pengumpulan data serta peningkatan implementasi kebijakan dan praktik keberlanjutan di lingkungan kampus.

Kriteria penilaian dalam GreenMetric umumnya mencakup aspek tata kelola lingkungan kampus, penggunaan energi, pengelolaan limbah, transportasi ramah lingkungan, hingga edukasi dan penelitian yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.

Dengan adanya pembaruan tersebut, setiap indikator memerlukan data yang lebih rinci dan terukur agar proses pelaporan dapat memenuhi standar penilaian internasional.

Selain membahas perubahan kriteria, rapat juga melakukan pemetaan kebutuhan data yang harus dipenuhi oleh setiap unit kerja. Pemetaan ini meliputi identifikasi sarana dan prasarana yang tersedia, unit penanggung jawab untuk setiap indikator, serta dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses pelaporan GreenMetric.

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh data yang dibutuhkan dapat disiapkan secara terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik. Melalui rapat koordinasi tersebut, UIN Saizu Purwokerto berupaya memastikan seluruh indikator GreenMetric dapat dipenuhi secara sistematis.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan kampus berwawasan lingkungan atau green campus. Dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas unit, UIN Saizu optimistis dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan kampus serta memperkuat posisinya dalam pemeringkatan GreenMetric tingkat dunia. (AR/SA)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *