Details

Mahasiswi UIN Saizu Mini Aemanul Kobasiah, Menulis dengan Hati dan Menginspirasi Lewat Ilmu

UINSAIZU.AC.ID- Di antara deretan mahasiswa berprestasi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, nama Mini Aemanul Kobasiah hadir dengan karakter yang khas.

Ia tidak menonjol lewat gemerlap pencapaian semata, melainkan melalui ketulusan, konsistensi, dan dedikasi dalam menyebarkan inspirasi lewat ilmu dan karya literasi.

Mahasiswi Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ini membuktikan bahwa kecerdasan logika dan kepekaan rasa dapat berjalan beriringan.

Baginya, matematika dan sastra bukan dua dunia yang bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang utuh dan bernilai. “Saya percaya ilmu dan seni bisa saling melengkapi dalam membentuk karakter yang berdaya dan bermakna,” ujar Mini.

Mini lahir dan dibesarkan di Desa Karangmulya, Kabupaten Brebes, dalam lingkungan keluarga sederhana yang menanamkan nilai kejujuran, ketekunan, dan cinta belajar. Sejak kecil, ia dikenal gemar membaca dan menulis, menjadikan literasi sebagai bagian dari keseharian sebelum mengenal dunia kepenulisan secara formal.

Pendidikan dasarnya ia tempuh di SDN 1 Karangmulya (2011–2017), kemudian melanjutkan ke MTs Al Azhar Tuwel (2017–2020) dan SMKS Al Hikmah 2 Benda (2020–2023). Tahun 2024, Mini resmi menjadi mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, kampus yang ia anggap sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian.

“Pendidikan di UIN Saizu bukan hanya soal pengetahuan, tetapi tentang pengabdian. Ilmu sejati adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Meski menekuni bidang Tadris Matematika, Mini memiliki kecintaan mendalam pada dunia sastra. Sejak masa sekolah, ia aktif menulis puisi dan esai sebagai medium refleksi diri dan penyampaian nilai-nilai kebaikan.

Bagi Mini, menulis bukan sekadar hobi, melainkan sarana menyampaikan pesan, doa, dan semangat hidup. Karyanya kerap mengangkat tema pendidikan, kemanusiaan, dan perjalanan batin generasi muda.

“Tulisan memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati. Saya menulis bukan untuk dikenal, tetapi agar bisa menyalakan semangat orang lain,” katanya.

Hingga kini, Mini telah berkontribusi dalam sejumlah antologi nasional, di antaranya Kata Merdeka Kata Etika (2023), Sajak Asa dalam Rasa (2024), dan Tentang Hati yang Pernah Patah. Ia juga masuk jajaran penulis terbaik Event Cipta Puisi Nasional ke-39 serta 200 besar penulis cerpen EKRA II 2023.

Tak hanya produktif menulis, Mini juga aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan kampus. Ia tercatat sebagai Pengurus Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UIN Saizu 2024/2025, Pengurus HMPS Tadris Matematika 2025/2026, serta Dewan Redaksi Komunitas Santri Menulis.

Ia juga aktif di Komunitas Kertas Putih UPT Perpustakaan UIN Saizu, menjadi Fasilitator Duta Inspiratif Indonesia 2025, serta terlibat dalam berbagai agenda kampus seperti Workshop ICT, Mathcom, Magma, Capacity Building, hingga Penganugerahan Mahasiswa Awards 2025.

Di bidang sosial, Mini turut berkontribusi sebagai volunteer Sigma 2024, PJ TMA Mengajar 2025, dan relawan Pesantren Ramadhan. Rekan-rekannya mengenal Mini sebagai pribadi disiplin, empatik, dan mudah berkolaborasi.

Berbagai dedikasi tersebut mengantarkan Mini pada sejumlah prestasi membanggakan. Ia terpilih sebagai Duta Putri Prodi Tadris Matematika 2024/2025, Top 1 Duta Inspiratif Indonesia Batch 1, Best Social Media Puteri Hijab Inspirasi Indonesia 2025, serta Best Leadership Puteri Inspirasi Nusantara 2025.

Di bidang literasi, ia juga meraih Juara Kategori Mahasiswa Lomba Cipta Puisi Nasional Developfest 2024 dan menjadi penulis dalam antologi esai Pendidikan di Persimpangan Jalan terbitan FTIK UIN Saizu.

Namun bagi Mini, prestasi bukanlah tujuan akhir. “Setiap capaian adalah amanah dan bentuk rasa syukur. Itu menjadi pengingat untuk terus memberi manfaat, sekecil apa pun,” ungkapnya.

Kini, Mini dikenal sebagai figur muda inspiratif di berbagai platform digital, termasuk akun Instagram pribadinya @sist_emaaa. Melalui media sosial, ia membagikan refleksi, motivasi belajar, dan narasi positif bagi generasi muda.

Sebagai Duta Inspiratif Indonesia, Mini kerap menjadi pembicara dalam kegiatan pengembangan diri dan literasi digital. Ia meyakini bahwa peran generasi muda bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga menghadirkan keteladanan dan empati.

“Tidak harus sama, terkadang yang berbeda justru adalah yang terbaik,” tulisnya dalam salah satu unggahan inspiratif.

Dari ruang kelas Tadris Matematika hingga panggung literasi nasional, Mini Aemanul Kobasiah melangkah dengan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan niat baik akan meninggalkan dampak, sekecil apa pun.

Ia menutup kisahnya dengan kalimat sederhana namun bermakna: “Saya ingin tumbuh dari ilmu, bergerak dengan karya, dan menginspirasi dengan ketulusan.”

Di tengah derasnya arus kompetisi akademik dan hiruk-pikuk dunia digital, Mini menghadirkan jeda yang bermakna mengajarkan bahwa inspirasi sejati lahir bukan dari sorotan, melainkan dari hati yang bekerja dengan cinta. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *