Mahasiswa UIN Saizu Sabet Dua Penghargaan Bergengsi! Best Presenter & Best Paper di Student Symposium UII 2025

UINSAIZU.AC.ID - Delegasi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali mengharumkan nama kampus. Kali ini pada Student Symposium on Islamic Education 2025 yang digelar Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Tim Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, yakni Muhammad Umar Ibnu Malik bersama dua rekannya, Tubagus Naufal Ramadhan dan Alwi Syibromalisi, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yakni Best Presenter dan Best Paper. Prestasi ini menegaskan kualitas riset mahasiswa UIN Saizu dalam kancah akademik nasional.
Menurut Malik, simposium yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Membangun Karakter, Spiritualitas, dan Keberlanjutan Global” itu mempertemukan mahasiswa dan peneliti dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Acara berlangsung pada 29 November 2025 di Auditorium FIAI UII Yogyakarta, menghadirkan para akademisi dan praktisi pendidikan Islam dari berbagai kampus dan lembaga penelitian.
Di tengah persaingan ketat antarperguruan tinggi, tim UIN Saizu tampil menonjol. Paper mereka dipuji karena relevansi tinggi dengan tantangan pendidikan Islam masa kini, kebaruan gagasan, kontribusi konseptual yang kuat, serta analisis mendalam terhadap inovasi pendidikan Islam di era digital.
Para reviewer memberi perhatian khusus pada argumentasi yang rapi dan kerangka metodologi yang solid. Dalam sesi presentasi, Muhammad Umar Ibnu Malik dinilai unggul dalam menyampaikan gagasan ilmiah secara sistematis, terstruktur, komunikatif, dan berlandaskan data lapangan serta teori pendidikan Islam modern.
Kombinasi tersebut membuatnya meraih apresiasi tertinggi dari dewan juri dan resmi dinobatkan sebagai Best Presenter 2025. Tim penulis, Umar, Tubagus, dan Alwi juga membawa pulang penghargaan Best Paper.
Naskah mereka dinilai sebagai salah satu karya paling berkualitas karena menawarkan perspektif baru tentang transformasi pendidikan Islam, analisis mendalam terhadap tantangan digitalisasi, serta rekomendasi strategis yang memperkaya wacana akademik nasional.
Paper ini dinilai layak menjadi rujukan bagi pengembangan riset pendidikan Islam ke depan. Simposium ini diikuti mahasiswa dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, sehingga menjadi forum akademik yang kaya akan diskusi dan kolaborasi.
Topik yang dibahas meliputi: kurikulum pendidikan Islam, pedagogi dan kompetensi guru, spiritualitas dan pembinaan karakter, pendidikan pesantren,
hingga integrasi teknologi dalam pendidikan Islam.
Selain ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka ruang jejaring akademik lintas kampus. Keberhasilan delegasi UIN Saizu meraih dua penghargaan bergengsi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk: lebih aktif menulis, mengembangkan riset berkualitas, serta berani tampil dalam forum ilmiah nasional dan internasional.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu menghasilkan karya akademik yang unggul, relevan, dan berdampak bagi pengembangan pendidikan Islam di era global. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #UINSaizuMaju #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!