Mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan FUAH UIN Saizu Dibekali Teknik Ecoprinting Ramah Lingkungan dan Bernilai Ekonomis

UINSAIZU.AC.ID- Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Saizu Purwokerto berkomitmen membangun kerjasama yang kolaboratif dan produktif. Hal itu dalam rangka mendukung pengembangan Ilmu Lingkungan di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Koordinator Prodi Ilmu Lingkungan, Gangsar Edi Laksono menuturkan, pihaknya komitmen mengembangkan pengabdian masyarakat secara transformatif berbasis integrasi keilmuan Ilmu Lingkungan. Belum lama ini, pihaknya melaksanakan pelatihan ecoprint mahasiswa Ilmu Lingkungan berkolaborasi dengan Bank Sampah Srayan Makarya.
Menurutnya, ecoprint merupakan teknik memberi warna dan corak (motif) pada kain, kulit atau bahan lainnya dengan menggunakan bahan alami. Beberapa teknik ecoprint yang dipraktekkan kepada para mahasiswanya, antara lain teknik pukul atau pounding dan teknik kukus atau steaming.
"Bahan yang digunakan dalam pembuatan ecoprint diantaranya adalah semua jenis kain (terutama sanforis, sanforis original, katun primis, rayon), pewarna alami (dedauan, kulit buah, kayu, bunga, batang atau bagian tumbuhan lainnya yang dapat menghasilkan pigmen warna), air, baking soda, tawas, cuka, dan larutan kapur," jelasnya Jumat, 8 Maret 2024.

Dijelaskan, teknik steaming dimulai dengan proses scourcing (pencucian kain) kemudian mordanting, ecoprinting dan fiksasi. Kegiatan mendapat pendampingan dari Pengelola Bank Sampah Srayan Makarya, Suciatin. Mereka sudah menyiapkan media ecoprinting berupa kain, kaos dan tas kain (blacu) yang telah di-mordanting.
"Proses ini merupakan proses penting dalam ecoprinting. Mordanting bertujuan untuk menghilangkan semua kotoran yang terdapat pada kain sehingga meningkatkan daya tarik dan menghasilkan ketajaman zat warna alami terhadap kain," imbuh dia.
Langkah selanjutnya dalam teknik ecoprinting adalah menata daun atau bahan alami lainnya pada kain. Daun atau bahan alami lainnya ditempatkan pada kain dengan cara yang diinginkan untuk menciptakan pola atau desain yang unik. Pada proses ini, mahasiswa antusias mengeluarkan kreativitasnya dalam menata bahan alami pada kain.

Setelah itu, kain yang telah ditempati daun atau bahan alami lainnya tersebut digulung dan diikat dengan rapat untuk mempertahankan posisi daun atau bahan alami lainnya pada kain. Kain itu kemudian dikukus selama kurang lebih dua jam untuk mengaktifkan pigmen warna pada bahan alami dan memindahkannya ke dalam serat kain.
Setelah dikukus, kain dapat dikeringkan dan disimpan selama satu minggu untuk proses fiksasi. Hasil akhir dari teknik ecoprinting menghasilkan kain yang memiliki motif atau desain yang unik dan menarik, yang dihasilkan dari pigmen warna alami. Pelatihan ecoprinting tentu sangat penting.
"Ini untuk membekali keterampilan pada mahasiswa terkait pemanfataan bahan-bahan alami di sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang teknik ecoprinting yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis dan kreatif sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan jiwa enviropreneurship pada mahasiswa," tandasnya. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!