Details

Mahasiswa KPI UIN Saizu Raih Juara 1 Lomba Da’i Nasional di UIN Gusdur Pekalongan, Angkat Dakwah Kreatif Era Digital

UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Zacky Ferdianto, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Da’i Nasional 2026.

Kegiatan digelar di UIN KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) Pekalongan pada 3 Mei 2026. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia.

Keberhasilan Zacky menjadi bukti bahwa mahasiswa generasi muda mampu tampil kompetitif dalam bidang dakwah sekaligus menghadirkan pesan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.

Zacky mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraihnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bidang dakwah dan public speaking.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Kemenangan ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi untuk terus belajar serta memperbaiki diri dalam berdakwah,” ujar Zacky.

Dalam perlombaan tersebut, Zacky mengangkat tema pentingnya menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam di era digital melalui komunikasi yang bijak, santun, dan inspiratif.

Ia menilai, dakwah di era modern tidak cukup hanya disampaikan secara konvensional, tetapi juga perlu menggunakan pendekatan yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat diterima lebih luas dan relevan dengan kondisi sosial saat ini.

Menurutnya, media digital dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan nilai-nilai positif apabila dimanfaatkan dengan bijak dan bertanggung jawab.

Sebelum tampil di kompetisi nasional tersebut, Zacky melakukan berbagai persiapan secara intensif. Ia mulai dari mencari referensi materi dakwah, menyusun naskah pidato, melatih intonasi dan gestur, hingga membiasakan diri berbicara di depan teman maupun secara mandiri.

Latihan rutin tersebut dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan memastikan penyampaian materi berjalan maksimal saat tampil di hadapan dewan juri serta peserta lainnya.

Menurut Zacky, kemampuan berbicara di depan umum harus terus diasah melalui latihan yang konsisten dan keberanian untuk mencoba berbagai pengalaman baru. Meski berhasil meraih juara, Zacky mengaku sempat menghadapi tantangan selama perlombaan berlangsung.

Salah satu tantangan terbesar yang dirasakannya adalah mengatasi rasa gugup ketika tampil di depan banyak orang. Selain itu, menjaga fokus dan menyampaikan materi secara efektif dalam waktu yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ia mampu mengatasi tekanan tersebut berkat latihan yang matang serta dukungan dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, hingga teman-teman terdekat.

Dia menilai, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga niat yang tulus, kerja keras, disiplin latihan, dan rasa percaya diri. Bagi Zacky, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha dan kerja keras akan membuahkan hasil.

Dia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba, mengembangkan potensi diri, serta aktif mengikuti kompetisi di berbagai bidang.

“Jangan takut mencoba dan jangan minder untuk berkompetisi. Setiap orang punya potensi masing-masing. Terus belajar, berlatih, dan percaya pada kemampuan diri sendiri, karena prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui proses dan keberanian untuk melangkah,” tuturnya. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *