Mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 113 Edukasi Body Awareness dan Body Consent di SD Pringtutul Kebumen

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-58 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar sosialisasi Body Awareness dan Body Consent bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Pringtutul dan SD Negeri 2 Pringtutul, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja unggulan Kelompok 113 ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai kesadaran terhadap tubuh, mengenali batasan diri, serta membangun keberanian menjaga keselamatan dari tindakan yang tidak pantas sejak usia dini.
Sosialisasi dilaksanakan secara bersamaan di kedua sekolah dengan melibatkan empat mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dan Manajemen Dakwah sebagai pemateri. Materi disampaikan menggunakan pendekatan komunikatif, interaktif, serta dikemas melalui permainan edukatif agar mudah dipahami oleh peserta didik.
Salah satu pemateri, Rahma Sayyidah menjelaskan bahwa body awareness merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan menyadari kondisi tubuhnya sendiri. Menurutnya, kesadaran tubuh mencakup kemampuan mengenali kebutuhan tubuh, memahami batasan pribadi, hingga menyadari perlakuan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Anak-anak perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga dan memiliki hak untuk dijaga. Dengan mengenali tubuhnya sendiri, mereka akan lebih mudah mengetahui apabila ada perlakuan yang tidak semestinya," jelas Rahma saat menyampaikan materi.
Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan dengan bagian-bagian tubuh beserta fungsinya melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Edukasi tersebut diberikan agar peserta memahami hak atas tubuhnya sendiri sekaligus mengetahui batasan yang wajib dihormati oleh setiap orang.
Selain membahas kesadaran tubuh, mahasiswa KKN juga mengenalkan konsep body consent, yaitu pentingnya meminta persetujuan sebelum melakukan kontak fisik dengan orang lain. Melalui materi tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengatakan "tidak" apabila merasa tidak nyaman terhadap sentuhan atau perlakuan tertentu.
Pesan tersebut disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, sehingga mereka memiliki keberanian menjaga diri sekaligus menghargai batasan tubuh orang lain. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Berbagai permainan edukatif dan diskusi ringan membuat para siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah seorang peserta, Nesa, mengaku senang mengikuti sosialisasi tersebut. "Seru ada games, kakaknya asik-asik dan gak ngebosenin," ujarnya.

Ketua Pelaksana sekaligus pemateri, Faizul, berharap kegiatan ini mampu membangun keberanian peserta didik untuk menjaga diri serta memahami hak atas tubuh mereka.
Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah dasar menjadi langkah preventif yang penting agar anak mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.
"Kami berharap peserta didik memiliki keberanian untuk menjaga diri, memahami hak atas tubuhnya, serta mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan," ungkap Faizul.
Dia menambahkan bahwa pemahaman mengenai body awareness dan body consent tidak hanya bermanfaat bagi keselamatan anak, tetapi juga membentuk budaya saling menghormati serta menghargai batasan pribadi dalam kehidupan sehari-hari.
Program sosialisasi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto Angkatan ke-58 dalam mendukung peningkatan literasi perlindungan anak di lingkungan sekolah dasar.
Melalui edukasi mengenai kesadaran tubuh dan pentingnya persetujuan terhadap kontak fisik, mahasiswa berharap para siswa mampu menerapkan sikap saling menghargai, menjaga diri, serta berani melaporkan kepada orang tua, guru, atau pihak yang dipercaya apabila mengalami tindakan yang mengancam keselamatan maupun kenyamanan mereka.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa KKN UIN Saizu dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang responsif terhadap isu-isu sosial dan pendidikan.
Melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan usia peserta, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai perlindungan anak yang diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!