Mahasiswa KKN Reguler UIN Saizu Purwokerto Ajarkan Anak Didik Kelola Sampah dengan Konsep 3R

Purwokerto- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 53 UIN Saizu Purwokerto memberikan pelatihan pemanfaatan sampah botol plastik bekas menjadi celengan. Pasalnya, sampah plastik di sekitar kita masih menjadi persoalan. Sehingga, butuh peran serta masyarakat dalam penanganannya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar mengatakan, Kelompok 35 KKN Reguler membuat terobosan melaksanakan Sosialisasi Penanaman Cinta Lingkungan dan Pentingnya Menabung pada Usia Dini. Selain itu, mereka memberikan pelatihan pemanfaatan sampah plastik itu di SD Negeri 1 Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
"Kegiatan itu diikuti 36 siswa-siswi kelas 2. Acara terlaksana selama dua hari mulai tanggal 26-27 Januari 2024. Pada tanggal 26 dilakukan sosialisasi materi tersebut cinta lingkungan dan pentingnya menabung, kemudian tanggal 27 melakukan praktek pembuatan celengan dari botol plastik bekas," terangnya Rabu (31/1/2024).
Untuk materi diisi mahasiswa KKN yaitu Risy Nur Fadillah dan Citra Dewi Fatimah. Citra menjelaskan, cinta lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang senantiasa berusaha mencegah kerusakan pada lingkungan di sekitarnya, dan meningkatkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi pada alam.

Selanjutnya, dalam menjaga lingkungan Risy menjelaskannya konsep 3R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse yaitu menggunakan kembali sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya, contohnya menggunakan botol plastik bekas minum untuk dijadikan pot bunga.
Selanjutnya, ada reduce, yaitu mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah. Risy mencontohkan ketika anak-anak sekolah jajan, disarankan bisa membawa wadah sendiri. Hal itu agar bisa mengurangi jumlah sampah, khususnya sampah plastik yang sulit terurai.
Selanjutnya, ada recycle yaitu mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat. Risy kembali mencontohkan, kita bisa membuat barang-barang bermanfaat dari hasil sampah yang tak terpakai, seperti halnya membuat celengan dari sampah plastik bekas.

"Dengan memanfaatkan sampah botol plastik bekas menjadi celengan, selain mencintai lingkungan, adik-adik juga dapat melatih kebiasaan menabung. Mungkin nanti ketika adik-adik mau beli buku, mainan atau jajan pas orang tua ngga ada uang, kalian punya tabungan, jadi bisa beli pakai tabungan," terang Risy.
Pihaknya telah melakukan praktek dalam mengelola sampah botol plastik bekas menjadi celengan. Siswa-siswi kelas 2, sebelumnya telah diberitahu untuk membawa alat-alat yang dibutuhkan seperti botol plastik bekas, kardus bekas, kertas origami atau kertas warna lainya, gunting, dan solatip atau lem.
Kemudian, mereka praktek membuat celengan. Mereka membentuk kelompok 4-5 anak yang setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa. Pembuatan celengan membebaskan siswa-siswi kelas 2 dalam berkreativitas. Ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat menabung dan peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!