Details

Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Saizu di Kebumen Perkuat Moderasi Beragama Lewat Kegiatan Lintas Agama

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 116 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat implementasi moderasi beragama melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Salah satunya dengan menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) ke-71, Wanita Buddhis Indonesia (WBI) ke-53, dan Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-Mudi Vihara-Vihara Buddhayana (Sekber PMVB) di Vihara Giri Pura, Dusun Kalibatur Atas, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Minggu (19/7/2026).

Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat lintas agama. Selain mengikuti rangkaian acara, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan umat Buddha sebagai bentuk pembelajaran sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan yang diselenggarakan Sekber PMVB, MBI, dan WBI Kabupaten Kebumen tersebut dihadiri sekitar 25 umat Buddha. Mahasiswa KKN UIN Saizu berkolaborasi dengan peserta KKN dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Wonogiri.

Kunjungan mahasiswa KKN tidak hanya bertujuan memperingati hari jadi organisasi Buddhayana, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat Dusun Kalibatur Atas. Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik kehidupan keagamaan umat Buddha sekaligus memperkuat nilai toleransi dan saling menghormati.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan Puja Bakti, menyanyikan Mars MBI, Mars WBI, dan Mars Sekber PMVB. Acara kemudian diisi sambutan dari Ketua Vihara Giri Pura, Ketua MBI Kabupaten Kebumen, Ketua WBI Kabupaten Kebumen, serta Ketua Sekber PMVB Kabupaten Kebumen.

Perayaan semakin semarak dengan prosesi pemotongan tumpeng, menyanyikan lagu ulang tahun bersama, makan bersama, kuis bagi anggota WBI, hingga pembagian hadiah kepada peserta. Ketua Vihara Giri Pura mengapresiasi kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi wujud nyata penguatan toleransi sekaligus mempererat hubungan generasi muda dengan masyarakat lintas agama. Ketua MBI Kabupaten Kebumen, Suwarno, menjelaskan peringatan HUT tahun ini mengusung semangat memperkuat kontribusi organisasi Buddhayana bagi masyarakat.

MBI mengangkat tema "Menyatukan Dampak Bersama", sedangkan WBI mengusung tema "Menumbuhkan Kebajikan, Merawat Dampak." Kedua tema tersebut menekankan pentingnya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat kebersamaan dan kebajikan.

Suwarno menilai kehidupan masyarakat di Dusun Kalibatur Atas menjadi contoh nyata implementasi moderasi beragama. Meski berada di lingkungan yang mayoritas beragama Islam, hubungan antarumat tetap harmonis melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

"Kami tidak hanya berdiskusi mengenai moderasi beragama, tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya melalui kegiatan donor darah yang diikuti umat muslim maupun nonmuslim, keterlibatan bersama dalam kegiatan RT dan RW, memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia secara bersama-sama, hingga saling menghormati hari besar keagamaan masing-masing," ujarnya.

Semua itu, kata dia, menjadi wujud nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dijaga dengan saling menghormati. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tergabung dalam forum moderasi beragama yang melibatkan tokoh agama Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen.

Forum tersebut secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial lintas agama sebagai upaya memperkuat kerukunan masyarakat. Suwarno berharap seluruh organisasi dalam keluarga besar Buddhayana dapat terus bersinergi dalam membina generasi penerus.

Menurutnya, MBI berperan sebagai pembina utama organisasi, WBI menjadi pendamping dalam pembinaan keluarga dan masyarakat, sedangkan Sekber PMVB menjadi wadah pengembangan generasi muda.

Regenerasi juga diperkuat melalui Gelanggang Anak Buddhis Indonesia (GABI) sebagai ruang pembinaan anak-anak Buddhis sejak dini. "Harapan kami, seluruh organisasi ini terus bersinergi sehingga estafet perjuangan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, Ketua WBI Kabupaten Kebumen, Veni, mengatakan tema "Menumbuhkan Kebajikan, Merawat Dampak" menjadi pengingat agar setiap anggota terus menebarkan manfaat bagi masyarakat. Dia berharap para anggota WBI tetap aktif berorganisasi tanpa mengesampingkan peran dalam keluarga.

"Saya berharap ibu-ibu WBI semakin proaktif dalam berorganisasi. Apa yang kita lakukan hendaknya dilakukan demi tujuan bersama, tanpa mengabaikan kewajiban terhadap keluarga. Aktif berorganisasi dan menjaga keharmonisan rumah tangga harus dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Veni menjelaskan, WBI pertama kali berdiri di Bandung atas prakarsa Yang Mulia Ashin Jinarakkhita. Organisasi tersebut kini tidak hanya bergerak dalam pelayanan kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif di bidang sosial, pembinaan keluarga, pendidikan keagamaan, hingga bimbingan pranikah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sekber PMVB Kabupaten Kebumen, Indi, mengungkapkan bahwa tantangan utama organisasi saat ini adalah terbatasnya jumlah pemuda Buddhis yang aktif karena banyak anggota melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar daerah. Meski demikian, ia menegaskan hubungan masyarakat lintas agama di Kabupaten Kebumen tetap berjalan harmonis.

"Jumlah pemuda Buddhis di Kabupaten Kebumen memang tidak banyak sehingga keaktifan organisasi masih menjadi tantangan. Meski demikian, hubungan kami dengan masyarakat yang berbeda agama sangat baik karena selama ini masyarakat saling menghormati dan menghargai perbedaan," tuturnya.

Ia berharap Sekber PMVB dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan generasi muda Buddhis sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Kelompok 116 UIN Saizu turut membantu dokumentasi, berinteraksi dengan umat Buddha, serta mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan terhadap kegiatan keagamaan yang berlangsung.

Kehadiran mahasiswa dalam perayaan tersebut menjadi implementasi nyata nilai moderasi beragama yang terus dikembangkan UIN Saizu melalui program Kuliah Kerja Nyata.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat lintas agama memberikan ruang belajar yang berharga bagi mahasiswa untuk memahami keberagaman, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghormati.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai generasi muda yang mampu menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan menjadi agen penguat harmoni sosial di Indonesia. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *