Mahasiswa KKN Kelompok 067 UIN Saizu Olah Ikan Nila Jadi Nilabun, Dorong Ekonomi Desa Candiwulan Banjarnegara

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 067 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendorong pemanfaatan potensi perikanan Desa Candiwulan, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, melalui pelatihan pembuatan Nilabun atau abon ikan nila.
Kegiatan tersebut berlangsung di Polindes Balai Desa Candiwulan, Kamis (6/8/2026), pukul 13.30-15.30 WIB. Pelatihan diikuti anggota Tim Penggerak (TP) PKK Desa Candiwulan dan menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-58.
Sekretaris KKN Kelompok 067 UIN Saizu, Laila Syafangatun Marhumah mengatakan, melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN 067 mengenalkan cara mengolah ikan nila menjadi produk pangan bernilai tambah, memiliki daya simpan lebih panjang, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.
"Desa Candiwulan memiliki potensi budidaya ikan nila yang cukup besar. Selama ini, sebagian hasil panen masyarakat masih dipasarkan dalam bentuk ikan segar sehingga nilai ekonominya sangat bergantung pada kondisi harga pasar," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 067 menghadirkan inovasi pengolahan ikan nila menjadi abon. Produk Nilabun diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan pelatihan. Mahasiswa kemudian memberikan demonstrasi mengenai tahapan pembuatan Nilabun, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan ikan, pencampuran bumbu, proses penggorengan, hingga pengemasan produk.

Peserta tidak hanya menyimak demonstrasi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan abon ikan nila dengan pendampingan mahasiswa KKN. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para anggota TP PKK aktif mengikuti setiap tahapan dan berdiskusi mengenai teknik pengolahan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan layak dikembangkan untuk kebutuhan usaha.
Selain keterampilan produksi, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi, desain kemasan, dan strategi pemasaran. Aspek tersebut dinilai penting agar produk olahan ikan nila tidak hanya berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat memiliki daya saing ketika dipasarkan.
Ketua TP PKK Desa Candiwulan, Titi Andayani, menyambut positif pelatihan yang diinisiasi mahasiswa KKN Kelompok 067 UIN Saizu. Menurutnya, pengembangan Nilabun memiliki peluang untuk dilanjutkan, meskipun pemasaran menjadi salah satu tantangan yang perlu dipikirkan sejak awal.
“Kita itu terkendala kalau buat produksi dalam skala besar itu terkendala dalam pemasaran karena kita kan produk baru, jadi di pasaran kita akan bersaing sama yang sudah punya brand terkenal,” ujar Titi.
Meski demikian, Titi mengatakan Pemerintah Desa Candiwulan memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan yang diajukan mahasiswa KKN. Sebagai tindak lanjut, kegiatan pembuatan Nilabun akan kembali diperagakan dalam pertemuan rutin TP PKK sehingga lebih banyak anggota dapat mengikuti dan mempraktikkan proses pengolahannya.
Pemerintah desa juga berencana melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan produk. “Pemerintah desa itu sangat mendukung kegiatan yang kita ajukan ke desa. Nah untuk tindak lanjut rencananya kita demokan di kumpul rutinan PKK dahulu karena nanti akan lebih lengkap yang hadir, dan akan berkolaborasi juga dengan BUMDes,” lanjutnya.

Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN. Keterlibatan BUMDes dapat diarahkan untuk memperkuat pengelolaan produksi, pengembangan merek, hingga memperluas jaringan pemasaran Nilabun.
Lebih lanjut Laila mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi perikanan secara lebih kreatif. Melalui pengolahan ikan nila menjadi abon, masyarakat tidak hanya menjual hasil panen sebagai bahan mentah, tetapi dapat mengembangkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Program tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya usaha mikro baru, memperkuat ekonomi keluarga, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, TP PKK, Pemerintah Desa Candiwulan, dan BUMDes menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan program.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membawa Nilabun dari sekadar produk hasil pelatihan menjadi produk olahan ikan yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Candiwulan.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 067, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi yang sudah tersedia di desa. Inovasi sederhana dalam pengolahan hasil perikanan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Dengan adanya pendampingan dan tindak lanjut bersama pemerintah desa serta BUMDes, potensi ikan nila Candiwulan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!